Ekspansi Pasar, Produsen Baja GRP Tambah Investasi Rp12 Triliun
Sabtu, 11 Juli 2020 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Produsen baja GRP berdiri sejak 50 tahun lalu di sebuah garasi kecil di Medan. Perusahaan yang didirikan tiga bersaudara dan dipimpin Djamaluddin Tanoto, Kamaruddin dan Ibu Margaret Leroy Lie tersebut, awalnya hanya memasok peralatan bagi perkebunan di Sumatera Utara. Berkat visi para pendiri, perusahaan kemudian berekspansi ke Jawa, sampai akhirnya pada September 2019 memutuskan untuk go public.
(Baca Juga: Waduh, Industri Baja Sudah Masuk UGD Sebelum Pandemi )
Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 8.000 karyawan tersebut saat ini memiliki pabrik dan fasilitas pendukung seluas lebih dari 250 hektare di Cikarang, Bekasi. GRP memiliki kapasitas produksi baja sebesar 2,8 juta ton per tahun atau setara dengan 12% dari kapasitas baja nasional.
Selain untuk memenuhi pasar domestik, produksi baja GRP juga diekspor ke berbagai negara, seperti Asia, Australia, Timur Tengah dan sejumlah negara lain.
Strategi Matang
Sementara itu Ketua Dewan Kehormatan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Suryo Bambang Sulistyo menilai, positif langkah produsen baja seperti GRP yang terus menambah investasi di tengah pandemi COVID-19. Menurut Suryo, perusahaan tentu sudah memperhitungan langkah bisnis yang ditempuh.
(Baca Juga: Waduh, Industri Baja Sudah Masuk UGD Sebelum Pandemi )
Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 8.000 karyawan tersebut saat ini memiliki pabrik dan fasilitas pendukung seluas lebih dari 250 hektare di Cikarang, Bekasi. GRP memiliki kapasitas produksi baja sebesar 2,8 juta ton per tahun atau setara dengan 12% dari kapasitas baja nasional.
Selain untuk memenuhi pasar domestik, produksi baja GRP juga diekspor ke berbagai negara, seperti Asia, Australia, Timur Tengah dan sejumlah negara lain.
Strategi Matang
Sementara itu Ketua Dewan Kehormatan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Suryo Bambang Sulistyo menilai, positif langkah produsen baja seperti GRP yang terus menambah investasi di tengah pandemi COVID-19. Menurut Suryo, perusahaan tentu sudah memperhitungan langkah bisnis yang ditempuh.
Lihat Juga :