Minta Cabut Windfall Tax, ExxonMobil Gugat Uni Eropa

Jum'at, 30 Desember 2022 - 08:41 WIB
loading...
Minta Cabut Windfall...
Perusahaan raksasa energi asal AS, ExxonMobil menggugat Uni Eropa (UE) dalam upaya untuk menghentikan windfall tax atau Pajak Rezeki Nomplok kepada perusahaan minyak dan gas (migas). Foto/Dok
A A A
LUKSEMBURG - Perusahaan raksasa energi asal Amerika Serikat (AS), ExxonMobil menggugat Uni Eropa (UE) dalam upaya untuk menghentikan windfall tax atau 'Pajak Rezeki Nomplok' kepada perusahaan minyak dan gas (migas) . Pajak rezeki nomplok dikenakan pada perusahaan yang mendapat manfaat dari sesuatu yang tidak menjadi tanggung jawab mereka.

Baca Juga: Saat Sekjen PBB Serukan Pajak Tambahan, Perusahaan Migas Bagi-bagi Bonus

Perusahaan energi mendapatkan lebih banyak uang di tengah lonjakan harga minyak dan gas, dimana sebagian besar disebabkan masalah pasokan setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Tetapi Exxon menuduh Brussels melampaui otoritas hukumnya, dimana mereka menyebut tindakan itu "kontra-produktif". Tercatat ExxonMobil melaporkan laba kuartalan hampir USD 20 miliar pada bulan Oktober 2022.

Perusahaan bersama dengan pemain utama lainnya di sektor minyak dan gas, berpendapat bahwa kebijakan keras yang diterapkan bakal menghambat investasi.

Baca Juga: Raup Untung Besar di Tengah Perang, Biden Minta Perusahaan Minyak dan Gas Bantu Rakyat AS

Pada bulan September lalu, kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan rencana darurat bagi perusahaan besar pada sektor minyak, gas, dan batu bara untuk membayar "kontribusi krisis" atas peningkatan laba di 2022.

Dikenakan pajak 33% atas laba tahun ini, dimana hal itu lebih tinggi rata-rata 20% dalam tiga tahun sebelumnya. Exxon juga berpendapat bahwa pungutan itu merusak kepercayaan investor, dalam gugatan yang diajukan di Pengadilan Umum UE yang berbasis di Luksemburg.

"Kita berinvestasi di sini terutama tergantung pada seberapa menarik dan kompetitif secara global," kata juru bicara Exxon Casey Norton kepada kantor berita Reuters.

Dalam pertemuan investor pada awal bulan ini, kepala keuangan ExxonMobil memperkirakan bahwa pajak UE akan merugikan perusahaan "lebih dari USD 2 miliar".

Komisi Eropa mengatakan pihaknya mempelajari gugatan Exxon. Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis, juru bicaranya mengatakan sekarang terserah Pengadilan Umum untuk memutuskan kasus tersebut.

"Komisi Eropa menyatakan bahwa langkah-langkah yang dimaksud sepenuhnya sesuai dengan hukum Uni Eropa," kata Arianna Podesta dalam sebuah pernyataan resminya.

Seperti diketahui negara-negara UE sedang mencoba menghilangkan ketergantungan terhadap energi Rusia setelah invasi Ukraina, tetapi kondisi itu telah menimbulkan persaingan dalam mencari sumber alternatif.

Para menteri Uni Eropa memperkirakan bahwa mereka dapat mengumpulkan 140 miliar euro dari pungutan pada produsen dan pemasok listrik non-gas yang menghasilkan keuntungan lebih besar dari biasanya dari tingkat permintaan saat ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Proyek Tangguh UCC Rampungkan...
Proyek Tangguh UCC Rampungkan Jacket UBA dan Siap Dikirim ke Fakfak
Eropa Terpecah! Italia...
Eropa Terpecah! Italia Desak Blokir Minyak dan Gas Rusia Dibuka
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
Rekomendasi
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Pengadilan Tolak Seluruh...
Pengadilan Tolak Seluruh Gugatan Nikita Mirzani, Reza Gladys Menang Telak
Berita Terkini
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved