Erick Thohir Sebut Banyak Kasus Hukum Terjadi di BUMN

Minggu, 12 Juli 2020 - 17:35 WIB
loading...
Erick Thohir Sebut Banyak...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan banyak terjadi kasus hukum di lingkungan perusahan pelat merah. Kasus hukum itu, baik dugaan korupsi ataupun perhitungan keuangan yang salah.

"Kalau kita lihat 2015 hingga 2019, kasus hukum di BUMN sangat banyak. Tentu, nanti sudah ada yang menjadi tersangka. Kita kan korporasi jadi kita enggak bisa menentukan ini sebagai kasus, yang menentukan itu dari pihak hukumnya," kata Erick di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Dia melanjutkan, akan siap menempuh jalur hukum jika petinggi BUMN terbukti melakukan pelanggaran dan banyak merugikan negara. Erick pun akan melibatkan KPK dalam pengawasan kinerja BUMN ( Baca juga:Direshuffle Jokowi, Erick Thohir: Saya Siap! )

"Ada pembicaraan memang hal-hal seperti ini menjadi jelas. Kami ini korporasinya, tapi penindakan hukumnya bukan di kami. Kecuali isu, misalnya antar-BUMN saling menuntut, kita coba selesaikan di dalam," jelasnya.

Dia kemudian menjelaskan kedatangannya ke KPK belum lama ini. Menurut Erick, dirinya datang ke KPK bukan hanya sekali saja, bahkan sudah dua kali. Kedatangan Erick yang pertama sebagai Menteri BUMN pun terkait kasus korupsi di Garuda Indonesia.

"Saya ke KPK itu sudah dua kali karena kasus Garuda. Perusahaan itu dengan kondisi seperti ini, mau tidak mau itu harus diperbaiki," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
Daud Joseph Mundur dari...
Daud Joseph Mundur dari Dirut PT Pos Indonesia usai Penggabungan BUMN Logistik
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Redesign BUMN Via Danantara,...
Redesign BUMN Via Danantara, Langkah Strategis Optimalkan Perlindungan Direksi atas Keputusan Bisnis
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Menhut Ngaku Sempat...
Menhut Ngaku Sempat Diberi Amplop oleh Bupati Kuansing: Sudah Dikembalikan 17 Hari sebelum OTT
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Uang Ratusan Juta Disita...
Uang Ratusan Juta Disita KPK dari OTT Bupati Langkat Syah Afandin
Rekomendasi
Formula E Shanghai Round...
Formula E Shanghai Round 13 Siap Digelar, Saksikan Keseruannya di VISION+
Status Gunung Anak Krakatau...
Status Gunung Anak Krakatau Naik Level Siaga, Masyarakat Dilarang Mendekat Radius 3 Km
DPR Desak Pengadaan...
DPR Desak Pengadaan Gembok Rp92,5 Miliar di Ditjenpas Diaudit
Berita Terkini
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved