Tahan Kenaikan Harga Pertamax, Pemerintah Guyur Pertamina Rp10 Triliun
Selasa, 03 Januari 2023 - 13:35 WIB
loading...
Pemerintah tombok puluhan triliun akibat menahan harga Pertamax tahun lalu. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan pemerintah tombok Rp10 triliun akibat menahan kenaikan harga Pertamax tahun lalu. Mengingat awal tahun lalu, harga minyak dunia meningkat pesat hingga menembus USD100 per barel.
"Presiden Jokowi memerintahkan kita semua, ketika harga bahan bakar itu naik, Pertamina nggak menaikkan harga padahal BBM mengikuti harga pasar. Dari bulan Januari sampai Agustus, itu kurang lebih pemerintah membantu melalui Pertamina kurang lebih Rp10 triliun," papar Erick saat ditemui di SPBU Pertamina di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Lihat SINDOgrafis: Mulai 3 Desember Jam 14.00 WIB Harga Pertamax Turun
Erick menerangkan, kenaikan harga minyak dunia turut berpengaruh pada harga jual BBM non subsidi yang dijual Pertamina karena formulasinya mengikuti harga pasar.
Dia menyebut harga minyak dunia sempat menyentuh level USD87 per barel, dan berangsur turun hingga USD79 per barel. Sehingga penyesuaian harga perlu dilakukan untuk produk BBM non subsidi.
"Presiden Jokowi memerintahkan kita semua, ketika harga bahan bakar itu naik, Pertamina nggak menaikkan harga padahal BBM mengikuti harga pasar. Dari bulan Januari sampai Agustus, itu kurang lebih pemerintah membantu melalui Pertamina kurang lebih Rp10 triliun," papar Erick saat ditemui di SPBU Pertamina di Jalan MT Haryono, Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Lihat SINDOgrafis: Mulai 3 Desember Jam 14.00 WIB Harga Pertamax Turun
Erick menerangkan, kenaikan harga minyak dunia turut berpengaruh pada harga jual BBM non subsidi yang dijual Pertamina karena formulasinya mengikuti harga pasar.
Dia menyebut harga minyak dunia sempat menyentuh level USD87 per barel, dan berangsur turun hingga USD79 per barel. Sehingga penyesuaian harga perlu dilakukan untuk produk BBM non subsidi.
Lihat Juga :