Tumbuh Gemilang, Kinerja Keuangan IATA Meningkat Lebih 2 Kali Lipat
Selasa, 03 Januari 2023 - 16:07 WIB
loading...
PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) terus mencatatkan kinerja gemilang. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - PT MNC Energy Investments Tbk. (IATA) berhasil mencatatkan pendapatan sebesar USD 166,6 juta hingga November 2022 melonjak 130,2% year on year (yoy) dari USD 72,4 juta tahun lalu. Angka tersebut mengalahkan kinerja FY-2021 dengan selisih yang signifikan, yaitu meningkat 110,5% dibandingkan dengan
keseluruhan kinerja 2021 sebesar USD 79,1 juta.
EBITDA Perseroan pada 11M-2022 tumbuh positif 127,6% mencapai USD 66,3 juta, dari USD 29,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut menjadikan laba bersih IATA naik 100,1% yoy dari USD 22,9 juta pada 11M2021 menjadi USD 45,8 juta pada 11M-2022. Bahkan dibandingkan dengan FY-2021, kinerja 11M-2022 IATA jauh mendominasi.
Baca Juga: Hary Tanoesoedibjo Optimistis IATA Capai Target 10 Juta Ton Produksi Batubara di 2023
Mengutip laporan perusahaan, selain pendapatan, EBITDA Perseroan juga melambung hingga 468,3% dari USD 11,7 juta menjadi USD 66,3 juta. Alhasil, laba bersih berhasil melesat 729,1%, dari USD 5,5 juta pada Desember 2021 menjadi USD 45,8 juta sebelas bulan tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 107,4% dari USD 99,9 juta pada FY-2021 menjadi USD 207,2 juta pada 11M-2022. Total ekuitas pada 11M-2022 juga tercatat positif sebesar USD 89,0 juta setelah sempat negatif efek konsolidasi akusisi PT Bhakti Coal Resources (BCR) ke dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.
Setelah Perseroan menyelesaikan proses Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD atau Rights Issue) pada November 2022, akuisisi telah dibayarkan lunas sehingga ekuitas menjadi positif dan PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) resmi mengantongi 44,1% saham IATA.
Baca Juga: Ekspansi Bisnis, IATA Siap jadi Pengelola Jet Pribadi
keseluruhan kinerja 2021 sebesar USD 79,1 juta.
EBITDA Perseroan pada 11M-2022 tumbuh positif 127,6% mencapai USD 66,3 juta, dari USD 29,1 juta pada periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut menjadikan laba bersih IATA naik 100,1% yoy dari USD 22,9 juta pada 11M2021 menjadi USD 45,8 juta pada 11M-2022. Bahkan dibandingkan dengan FY-2021, kinerja 11M-2022 IATA jauh mendominasi.
Baca Juga: Hary Tanoesoedibjo Optimistis IATA Capai Target 10 Juta Ton Produksi Batubara di 2023
Mengutip laporan perusahaan, selain pendapatan, EBITDA Perseroan juga melambung hingga 468,3% dari USD 11,7 juta menjadi USD 66,3 juta. Alhasil, laba bersih berhasil melesat 729,1%, dari USD 5,5 juta pada Desember 2021 menjadi USD 45,8 juta sebelas bulan tahun lalu.
Dari sisi neraca, total aset Perseroan meningkat 107,4% dari USD 99,9 juta pada FY-2021 menjadi USD 207,2 juta pada 11M-2022. Total ekuitas pada 11M-2022 juga tercatat positif sebesar USD 89,0 juta setelah sempat negatif efek konsolidasi akusisi PT Bhakti Coal Resources (BCR) ke dalam Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan.
Setelah Perseroan menyelesaikan proses Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD atau Rights Issue) pada November 2022, akuisisi telah dibayarkan lunas sehingga ekuitas menjadi positif dan PT MNC Asia Holding Tbk (BHIT) resmi mengantongi 44,1% saham IATA.
Baca Juga: Ekspansi Bisnis, IATA Siap jadi Pengelola Jet Pribadi
Lihat Juga :