Perencanaan APBN Disebut Serampangan, Ekonom: Beruntung 2022 Ada Durian Runtuh

Kamis, 05 Januari 2023 - 13:46 WIB
loading...
Perencanaan APBN Disebut...
Perencanaan anggaran pemerintah mendapatkan kritik keras dari Ekonom Senior, Didik J.Rachbini yang menurutnya dilakukan dengan serampangan sehingga menimbulkan defisit yang besar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perencanaan anggaran pemerintah mendapatkan kritik keras dari Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J.Rachbini. Menurutnya pemerintah seringkali membuat perencanaan anggaran yang kurang matang sehingga menimbulkan defisit yang besar.

Baca Juga: Defisit APBN 2022 Capai 2,38 Persen dari PDB, Sri Mulyani Ungkap Pendapatan Negara Tumbuh Tinggi

Didik menuturkan, hal itulah yang terjadi pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2022 yang dijelaskan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengalami defisit Rp 464,3 triliun atau lebih rendah dibandingkan APBN awal yang diperkirakan mencapai Rp868 triliun.

“Kita bersyukur, tapi perencanaan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi selisih banyak dari perencanannya, APBN direncanakan semau-maunya,” jelas Didik di Jakarta, Kamis (5/1/2023).

Baca Juga: Penerimaan Negara Luar Biasa Saat Booming Komoditas, Sri Mulyani: Kita Pakai untuk Lindungi Rakyat

Ia menambahkan, peristiwa serupa terjadi pada awal adanya covid-19. Utang yang pada APBN 2020 direncanakan hanya sekitar Rp 600 triliun, namun karena posisi otoriter pemerintah dan DPR juga tidak ada tanggapan apa-apa sehingga angkanya membengkak.

“Akhirnya dari Rp600 triliun awal covid, sumber justifikasi krisis otoriter dilakukan dan DPR tidak bisa apa-apa dengan Perpu. DPR juga tidak diberikan kekuasaan apa-apa. Dari Rp600 triliun dengan alasan covid ditetapkan Rp5.500 triliun , realisasinya Rp6.100 triliun ini luar biasa,” terang Didik.

Beruntung lanjut Didik, pada 2022 ada durian runtuh (lonjakan harga komoditas), sehingga desisit yang dicanangkan Rp600 triliun menjadi Rp 450 triliun. “Artinya kita beruntung tetapi perencanaannya melibatkan selisih Rp300 hingga Rp400 triliun dalam belanja itu perencanaan yang serampangan,” tegasnya.

Sebagai informasi Didik juga telah menegaskan bahwa calon pemimpin bangsa harus paham bagaimana APBN dibuat. Kemudian bagaimana implementasi di lapangan, mana yang sudah sesuai dan mana yang belum.

Sementara itu sebelumnya Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyampaikan defisit APBN Tahun 2022 berhasil mencapai angka di bawah 3% yakni 2,38% atau lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang mencapai 4,57%. Defisit dan keseimbangan primer turun signifikan mendekati level sebelum pandemi disertai pembiayaan anggaran yang lebih efisien.

Keseimbangan primer sebagaimana APBN awal direncanakan Rp 462,2 triliun, kemudian diubah menjadi Rp 434,4 triliun sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2022. Namun nyatanya, realisasinya hanya Rp 78 triliun.

“Itu drop atau turun sangat tajam 81,9% dari posisi keseimbangan primer tahun lalu yang sebesar Rp431,6 triliun. Kondisi ini juga jauh lebih baik pada saat kondisi awal, waktu APBN menjadi pelindung masyarakat di mana pandemi memukul secara luar biasa ekonomi dan masyarakat kita tahun 2020 dengan defisit yang melebar sampai di atas 6%,” ungkap Menkeu dalam Konferensi Pers APBN Realisasi APBN 2022 secara virtual, Selasa (3/1/2023).

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
PT Invetra Teknologi...
PT Invetra Teknologi Berjangka Hadirkan Platform Trading Forex dan Komoditas Berstandar Global di Indonesia
Perang Timur Tengah...
Perang Timur Tengah dan Lonjakan Harga Komoditas Dunia
Rekomendasi
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved