Faisal Basri: Pemulihan Ekonomi RI yang Dikatakan Tidak Sepenuhnya Benar
Kamis, 05 Januari 2023 - 15:43 WIB
loading...
Ekonom Faisal Basri mengkritik klaim pemerintah yang menyebut pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada 2022 menunjukan tren pemulihan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri mengkritik klaim pemerintah yang menyebut pertumbuhan ekonomi Tanah Air pada 2022 menunjukan tren pemulihan. Menurutnya, fakta di lapangan struktur pemulihannya masih jomplang.
"Indonesia memang sudah berangsur pulih dari pandemi Covid-19, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 5,4 persen, lebih besar dibandingkan saat pandemi. Tapi pemulihan ekonomi yang dikatakan tidak sepenuhnya benar. Karena yang tumbuh itu wall streat, main street nya masih terseok-seok, masih belum pulih sebelum Covid-19," kata Faisal dalam konferensi pers INDEF, Kamis (5/1/2023).
Baca Juga: Kepemilikan SBN Kunci Keperkasaan Ekonomi RI, Jokowi: Tinggal 14,8% Dikuasai Asing
Ia menjelaskan, jika pemerintah menyebut Indonesia sudah pulih, itu adalah sektor jasanya. Sedangkan sektor barang, seperti agrikultur dan manufaktur masih melemah. Dengan ketimpangan pemulihan ekonomi itu maka dampaknya sangat signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sebab sebagian besar masyarakat Indonesia masih bertumpu pada sektor penghasil barang. Menurut Faisal, selama ini pemerintah justru terus menerus membuat langkah politik yang buruk dengan mengutamakan hasil yang instan.
"Indonesia memang sudah berangsur pulih dari pandemi Covid-19, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai sekitar 5,4 persen, lebih besar dibandingkan saat pandemi. Tapi pemulihan ekonomi yang dikatakan tidak sepenuhnya benar. Karena yang tumbuh itu wall streat, main street nya masih terseok-seok, masih belum pulih sebelum Covid-19," kata Faisal dalam konferensi pers INDEF, Kamis (5/1/2023).
Baca Juga: Kepemilikan SBN Kunci Keperkasaan Ekonomi RI, Jokowi: Tinggal 14,8% Dikuasai Asing
Ia menjelaskan, jika pemerintah menyebut Indonesia sudah pulih, itu adalah sektor jasanya. Sedangkan sektor barang, seperti agrikultur dan manufaktur masih melemah. Dengan ketimpangan pemulihan ekonomi itu maka dampaknya sangat signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Sebab sebagian besar masyarakat Indonesia masih bertumpu pada sektor penghasil barang. Menurut Faisal, selama ini pemerintah justru terus menerus membuat langkah politik yang buruk dengan mengutamakan hasil yang instan.
Lihat Juga :