Resmikan Pabrik Minyak Makan Merah, Erick Thohir Harap Kelangkaan Migor Tak Terulang

Jum'at, 06 Januari 2023 - 23:29 WIB
loading...
Resmikan Pabrik Minyak...
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) di sela peresmian pabrik minyak makan merah PTPN di Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang . Foto/Ist
A A A
DELISERDANG - Menteri BUMN Erick Thohir hari ini meresmikan pabrik minyak makan merah di kawasan Pagar Merbau, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Pabrik ini dibangun oleh Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero).

Pabrik tersebut merupakan pabrik percontohan produksi minyak makan merah yang bersumber dari kelapa sawit. Dalam sambutannya, Erick berharap dengan diresmikannya pabrik minyak makan merah ini, ke depan tidak terjadi lagi kelangkaan minyak goreng (migor).

Dia juga membuat terobosan bahwa ke depan setiap 1.000 hektare lahan sawit, harus ada satu pabrik minyak makan merahnya. Terobosan ini dibuat agar BUMN bisa ikut mengintervensi ekonomi khususnya guna mencegah kelangkaan minyak goreng. Pasalnya, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, Kementerian BUMN tidak bisa ikut terlibat atau mengintervensi.

"Dengan ini kita tetap melibatkan ekonomi rakyat yakni petani. Jangan petani dijadikan posisinya sebagai objek. Kalau kampanye selalu bilang petani, udah jadi (terpilih) malah lupa. Ini yang kita mau keberlanjutannya," tandasnya.

Erick ingin memberikan kepercayaan kepada rakyat, agar bisa mengelola sumber daya alamnya. "Untuk itulah terobosan per 1.000 hektare ada pabrik minyak makan merah ini lahir. Lalu pendanaannya berkolaborasi dari Kementerian Koperasi dan pengusaha besar. Keuntungannya diambil untuk mendorong ekonomi rakyat. Kami dari BUMN bantu KUR dan juga modal kerjanya. Bahkan, kita dampingi supaya jangan sampai pabriknya tidak terawat," urai mantan bos Inter Milan itu.

Direktur PTPN II Irwan Perangin-angin mengungkapkan, pabrik minyak makan merah ini ditargetkan rampung akhir Februari 2023. Menurut Irwan, minyak makan merah mengandung lebih tinggi fitonutrien dalam bentuk vitamin E dan karoten.

Selain itu, komposisi asam lemak jenuh lebih rendah dibandingkan virgin palm oil (VPO). "Dan ini juga menghindarkan generasi kita dari stunting," ungkapnya.

Baca juga: Erick Thohir Optimistis Pertamina Mampu Kerek Produksi Blok Rokan 400.000 BPH

Dalam proses produksi minyak tersebut, PTPN menggandeng Pabrik Kelapa Sawit (PKS), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Usai pembangunan di Sumatera Utara, pemerintah akan memperluas pabrik minyak makan merah di daerah lainnya. Antara lain Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Sumatera (Riau, Jambi, dan Bengkulu).

Tercatat, pemerintah akan menambah tiga pabrik minyak makan merah yang dimulai pada 2023 ini. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pun berkomitmen mendanai pembangunan tiga pabrik dengan nilai investasi mencapai Rp51 miliar.

"Dananya dari BPDPKS kemudian koperasinya dari Kementerian Koperasi ini yang ditugasi untuk mengolah. Biayanya untuk satu pabrik itu Rp17 miliar lah itu perkembangan yang minyak makan merah," ungkap Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman pada Desember 2022 lalu.

Baca juga: 4 Bulan Tak Ada Setoran, Dana Pungutan Ekspor Sawit Merosot jadi Rp34,5 Triliun

Eddy mengatakan saat ini pabrik minyak makan merah dalam proses penyiapan oleh Kementerian Koperasi dan UKM. "Minyak makan merah itu sekarang ini sedang dalam tahap proses penyiapan, yang mengkoordinir adalah Kementerian Koperasi. Nanti bekerja sama dari BPKS yang merupakan pusat penelitian kelapa sawit itu yang membangun pabrik minyak makan merah itu tadi," bebernya.

Pembangunan pabrik minyak makan merah dinilai perlu segera dilakukan lantaran merespons kebutuhan minyak goreng dan minyak makan merah yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani kelapa sawit.

(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Pemerintah Godok Aturan...
Pemerintah Godok Aturan Baru Kenaikan HET MinyaKita
Kenaikan Harga Minyak...
Kenaikan Harga Minyak Goreng Terjadi di 207 Kabupaten, Kota! Begini Respons Bapanas
Mentan Amran Ancam Bakal...
Mentan Amran Ancam Bakal Tindak Produsen Minyak Goreng yang Naikkan Harga
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Mengapa Menaikkan HET...
Mengapa Menaikkan HET Minyakita Bukan Solusi
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
Rekomendasi
Perjalanan Berliku Iran...
Perjalanan Berliku Iran Tulis Sejarah di Piala Dunia 2026
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
7 Tips Konten Review...
7 Tips Konten Review Produk agar Viral dan Dilirik Brand ala Dannisa Utami
Berita Terkini
Dipanggil Prabowo Gara-gara...
Dipanggil Prabowo Gara-gara Mati Lampu, Dirut PLN: Kami Mohon Doa
2 Pembangkit Besar Jadi...
2 Pembangkit Besar Jadi Penyebab Pemadaman Listrik di Jawa, Dirut PLN: Satu Berhasil Pulih
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Kinerja Apik 2025, INALUM...
Kinerja Apik 2025, INALUM Cetak Rekor Kinerja dan Operasional Tertinggi
3,88 Juta Lowongan Kerja...
3,88 Juta Lowongan Kerja Ramah Lingkungan Bakal Terbuka di 2026, Catat Sektor Industrinya
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Infografis
Tak Ada Makan Sahur-Buka...
Tak Ada Makan Sahur-Buka Puasa, Petugas Medis di Gaza Kelaparan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved