Ganjar Bangun Pompa Air Tenaga Surya, Hasil Pertanian di Purworejo Meningkat 3 Kali Panen

Minggu, 08 Januari 2023 - 13:30 WIB
loading...
Ganjar Bangun Pompa...
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membangun pompa air tenaga surya untuk meningkatkan hasil panen petani di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. FOTO/dok.Istimewa
A A A
PURWOREJO - Ratusan petani di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo kini bisa menikmati tiga kali masa tanam dan panen setelah dibangun pompa air tenaga surya. Pembangunan panel surya hingga pompa air dibantu Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo .

"Setelah adanya bantuan pompa air tenaga surya dari Pak Ganjar ini, alhamdulillah masyarakat bangga sekali dan membantu pengairan di Desa Krandegan," kata Mustangin salah satu petani, di Desa Krandegan, Minggu (8/1/2023).

Bantuan senilai Rp450 juta itu bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran (TA) 2022. Panel listrik tenaga surya itu pun dimanfaatkan para petani untuk pompa air irigasi pertanian. Mustangin menuturkan bantuan tersebut sangat membantu petani dalam bercocok tanam di desanya. Sebab, sawah di Desa Krandegan merupakan tadah hujan.

Baca Juga: Jurus Ganjar Pranowo Turunkan Angka Kemiskinan di Jawa Tengah

Mustangin menjelaskan, panel listrik tenaga surya itu berfungsi menghidupkan pompa air untuk menyedot air dari Sungai Dolang. Kemudian, air tersebut dialirkan ke area persawahan melalui parit.

Dengan terpenuhinya kebutuhan air untuk pertanian, lanjut Mustangin, sangat menguntungkan petani dengan melakukan panen sebanyak 3 kali dan 3 kali masa tanam. "Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini petani bisa tanam tiga kali dalam setahun," ucap Mustangin.

Sebelum adanya bantuan tersebut, jelas Mustangin, para petani harus membawa pompa dari mesin diesel dan membutuhkam minimal 5 kali pengairan dalam sekali masa tanam.

Ia pun menceritakan, bahwa dengan adanya bantuan dari Ganjar itu juga dapat mengurangi beban petani dalam mengakses pengairan untuk persawahan.

"Karena saat musim kemarau itu bawa pompa dari mesin diesel. Biasanya satu kali masa tanam membutuhkan minimal 5 kali pengairan. Satu kali pengairan habiskan 10 liter solar, dan pembelian solar sekarang dibatasi," ungkap Mustangin.

"Kalau air itu kan memang kebutuhan pokok. Jadi, sekarang petani tambah sukses dengan adanya bantuan tersebut," sambung Mustangin.

Hal senada juga disampaikan petani Desa Krandegan bernama Muh Soleh. Keberadaan pompa air tenaga surya berkat bantuan dari Ganjar Pranowo itu sangat mempermudah akses irigasi bagi para petani. "Sangat membantu (bantuan pompa air tenaga surya. Karena petani dapat irigasi dengan gratis," tutur Soleh.

Baca Juga: Gerak Cepat Santri Dukung Ganjar Jabar Bantu Ponpes Al-Barkah

Sementara itu, Hendro Triyantoro, salah satu perangkat Desa Krandegan menyampaikan bahwa bantuan dari Ganjar Pranowo itu dapat memberikan kebutuhan air tak kurang dari 70 persen dari total 200 hektar lahan persawahan di desanya. "Ada sekitar 100 petani yang mendapat manfaatnya. Itu dapat diakses secara gratis untuk pengairan," kata Hendro.

Alat senilai Rp450 juta itu juga dapat menghasilkan daya listrik hingga 18.000 watt. Dengan demikian, para petani tidak lagi khawatir untuk menghidupkan pompa air, terutama saat memasuki musim kemarau. "Kalau dulu hanya bisa tanam sekali atau dua kali, sekarang bisa tiga kali. Dulu kalau musim kemarau sering gagal panen karena kurang air, kalau sekarang sudah tidak," ucap Hendro.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ganjar Pranowo terus mengembangkan potensi energi baru terbarukan atau EBT. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 2 ribu desa mandiri energi di Jawa Tengah. Untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) telah dilakukan di beberapa sektor. Di antaranya pondok pesantren, pelaku UMKM serta pertanian.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Rekomendasi
Haru, Alfatih Putra...
Haru, Alfatih Putra Mendiang Mpok Alpa Bawa Rapor ke Makam Sang Bunda Setelah Naik Kelas
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Infografis
Misteri Air Terjun Berdarah...
Misteri Air Terjun Berdarah di Antartika Terpecahkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved