Banjir Bantuan buat Dua Petugas KRL yang Kembalikan Uang Rp500 Juta

Senin, 13 Juli 2020 - 13:42 WIB
loading...
Banjir Bantuan buat...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Rezeki memang tak kemana. Itulah yang dialami oleh Mujenih (petugas kebersihan) dan Egi Sandi (petugas pengawalan) di KRL Commuterline .

Keduanya dijanjikan bantuan oleh Menteri BUMN Erick Thohir . Pasalnya, tindakan Mujenih dan Egi yang mengembalikan uang penumpang sebesar Rp500 juta yang tertinggal di kereta merupakan contoh yang mulia. Erick pun merasa terharu dengan perilaku keduanya.

"Nanti saya secara pribadi juga, nanti bantu secara khusus. Jadi, Bapak dan Ibu bantu, kita Menteri juga harus bantu. Saya berharap ini menjadi tabungan karena dengan kondisi Covid-19 ini cukup lama, jadi bantuan yang kita lakukan ini saya rasa cukup bermanfaat bagi mas Egi dan mas Mujenih beserta keluarga," ujar Erick saat memberikan sambutan dalam acara apresiasi petugas KRL, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Selain bantuan yang akan diberikan secara khusus oleh Menteri BUMN, Egi dan Mujenih juga menerima sejumlah bantuan yang diberikan oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero), dan PT Telkomsel Indonesia (Telkom).

Bantuan yang diperoleh berupa surat keputusan (SK) tentang pengangkatan karyawan tetap PT Kereta Api Indonesia (KAI), handphone dan paket data selama satu tahun. Juga bantuan rawat inap dan proteksi jiwa senilai Rp100 juta, Rp40 juta pengembangan premi, dan polis BNI life, dana investasi sejahtera dengan premi Rp50 juta dan nilai pertanggungan Rp500 juta. Masih ada bantuan asuransi mandiri jiwa sejahtera dengan uang pertanggungan Rp500 juta.

Dalam kesempatan itu, Erick mengungkapkan, sikap jujur dan disiplin kedua petugas KRL merupakan representasi isu moral yang ada di Indonesia. Sikap itu, lanjut dia, sekaligus membantah adanya pertanyaan terkait moral anak bangsa saat ini. ( Baca juga:Bicara Ahlak, Erick Thohir Minta Pimpinan BUMN Belajar dari Petugas Kebersihan KRL )

Erick mencontohkan bahwa tradisi Jepang dengan budaya disiplin dan kejujuran yang cukup tertanam di masyarakatnya, juga bisa diterapkan di Indonesia. Apalagi, lanjut Erick, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.

"Yang terjadi di Jepang, kenapa di Indonesia tak bisa, apalagi kita negara muslim terbesar di dunia. Kali ini kita harapkan bahwa kunci yang kita lakukan setiap hari bisa menjadi hal yang positif bagi bangsa kita," ujarnya.

Untuk diketahui, pada 6 Juli 2020 lalu, tepatnya pukul 16.40 WIB, petugas kebersihan kereta Mujenih dan petugas pengawalan KRL Egi Sandi menemukan sebuah kantong plastik berwana hitam yang berisi barang dengan bungkusan kertas koran. Barang itu tertinggal di kereta yang akan tiba di Stasiun Bogor.

Mujenih dan Egi kemudian menyerahkan kantong plastik itu ke petugas passenger service di Stasiun Bogor bernama Iqbal Fahri. Bersama beberapa petugas lainnya, mereka memeriksa bungkusan lebih detil untuk kepentingan memasukkan data dalam aplikasi lost and found atau laporan barang tertinggal di KRL. Setelah diperiksa bersama, ternyata bungkusan itu berisi uang sebesar Rp500 juta.

Petugas passenger service kemudian memasukkan data dan ciri-ciri barang yang ditemukan tersebut ke dalam sistem aplikasi lost and found. Tidak lama kemudian, seorang pengguna KRL dengan inisial SB melaporkan barang miliknya yang tertinggal di kereta. Iqbal kemudian menerima SB dan melakukan verifikasi data serta ciri-ciri barang yang dilaporkan tertinggal.

Setelah verifikasi identitas dan ciri-ciri barang seluruhnya sesuai dengan apa yang ditemukan, uang tersebut dikembalikan kepada pemiliknya dengan disaksikan sejumlah petugas.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Peluncuran BSPS 2026...
Peluncuran BSPS 2026 Jabar Awali Kolaborasi Strategis PKP, Pemprov, dan BJB
25.000 Paket Se’i...
25.000 Paket Se’i Ayam Disalurkan untuk Warga Pascabanjir di Aceh
Terbaru, Ini Syarat...
Terbaru, Ini Syarat dan Tahapan Pengajuan Pembebasan Fiskal Impor Hibah dan Bantuan Bencana
Penumpang Commuter Line...
Penumpang Commuter Line Boleh Berbuka Puasa di Dalam KRL, Simak Ketentuannya
Sucor AM Salurkan 2.000...
Sucor AM Salurkan 2.000 Paket Bantuan Korban Bencana di Sumatera
Kementrans Salurkan...
Kementrans Salurkan Bantuan Warga Kawasan Transmigrasi Terdampak Bencana di Aceh
All-Stars Kudus Pertahankan...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Ketum PB Akuatik Optimistis...
Ketum PB Akuatik Optimistis Skema Anggaran Pelatnas Multiyears Lahirkan Atlet Berprestasi
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Rekomendasi
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Wilayah Pesisir yang...
Wilayah Pesisir yang Berpotensi Dilanda Banjir Rob hingga 21 Juni
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved