Ungkap 2 Masalah Besar Investasi, Jokowi: Problem Bagi Separuh Daerah di Indonesia

Selasa, 17 Januari 2023 - 12:04 WIB
loading...
Ungkap 2 Masalah Besar...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, terdapat dua masalah besar Investasi yang masih terjadi pada sebagian besar daerah di Indonesia. Foto/Dok
A A A
BOGOR - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengungkapkan, terdapat dua masalah besar Investasi di daerah-daerah, dimana salah satunya yakni terkait dengan tata ruang. Hal ini disampaikan Jokowi dalam Rakornas Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah se-Indonesia di Bogor

"Tata ruang, menjadi problem besar investasi kita. Kalau sekarang namanya kesesuaian KKPR (Konfirmasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang)," ujar Presiden Jokowi, Selasa (17/1/2023).



"KKPR ini mengenai tata ruang. Ini menjadi problem bagi separuh daerah, separuh daerah kita ini masih belum menyelesaikan KKPR-nya sehingga saya minta di sini ada ketua DPRD agar dengan Pemda segera menyelesaikan urusan ini," tambahnya.

Masalah kedua, kata Jokowi, yakni terkait dengan izin mendirikan bangunan. Dirinya mengomentari banyaknya perubahan nama IMB, padahal yang dibutuhkan kecepatan dalam memprosesnya.

"Kalau dulu namanya IMB, sekarang namanya PPG, persetujuan bangunan gedung. Namanya sudah gonta-ganti dan ini yang ruwet kita. Nama itu, dua kata itu cukup lah. Izin gedung. Udah. Dulu IMB izin mendirikan bangunan. Ini ganti persetujuan bangunan gedung. Haduh. Izin gedung gitu aja udah rampung. Yang paling penting bukan namanya, penyelesaiannya yang cepat gitu," kata Jokowi.



Dua masalah besar tersebut, kata Jokowi, harus diselesaikan dengan kecepatan. Dirinya meminta kepada Kepala daerah hingga DPRD untuk segera diselesaikan dan tidak menunda-nunda.

"Karena kita tahu investasi yang ada di negara kita saat ini sudah 53% itu berada di luar Jawa. Ini bagus sekali pemerataan terjadi karena telah dibangun infrastruktur yang banyak di luar Jawa sehingga investasi itu menuju keluar Jawa. Sangat bagus untuk pemerataan kita," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Geser Hong Kong, Moskow...
Geser Hong Kong, Moskow Jadi Kota Kedua dengan Miliarder Terbanyak
Sektor Industri Terdampak...
Sektor Industri Terdampak Tarif Impor AS, Pengamat: Respons RI Kalah Cepat Dibanding Vietnam
Habis Libur Lebaran,...
Habis Libur Lebaran, Harga Emas Malas Bergerak di Akhir Minggu
Sebut Batas Umur Jadi...
Sebut Batas Umur Jadi Penghambat Pencari Kerja, Wamenaker Minta Dihapus!
Menilik Alasan di Balik...
Menilik Alasan di Balik Trump Terapkan Tarif Impor 32% ke Indonesia
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
Daftar 75 Negara yang...
Daftar 75 Negara yang Kena Tarif Impor Trump: Indonesia 32%, Vietnam 46%
Sekilas Tarif Trump...
Sekilas Tarif Trump terhadap China, Uni Eropa, dan Puluhan Negara Lainnya
Janji Manis Wamenaker,...
Janji Manis Wamenaker, Bakal Rekrut Kembali Korban PHK Sritex
Rekomendasi
Benarkah Khabib Nurmagomedov...
Benarkah Khabib Nurmagomedov Jadi Penghalang Duel Islam Makhachev vs Ilia Topuria?
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian, Trump Bisa Tumbang?
Nagita Slavina Pakai...
Nagita Slavina Pakai Jam Tangan Emas Rp569 Juta, Seharga Mobil
Berita Terkini
Tarif Impor Baru AS...
Tarif Impor Baru AS Bakal Mendorong Ekonomi Global Jatuh ke Jurang Resesi
31 menit yang lalu
Sambut Arus Balik, BRI...
Sambut Arus Balik, BRI Siapkan Posko BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol
51 menit yang lalu
Geser Hong Kong, Moskow...
Geser Hong Kong, Moskow Jadi Kota Kedua dengan Miliarder Terbanyak
1 jam yang lalu
Bersama BRI, Unici Songket...
Bersama BRI, Unici Songket Silungkang Sukses Tembus Pasar Global
1 jam yang lalu
Mineral Kritis Bisa...
Mineral Kritis Bisa Jadi Nilai Tawar RI usai Kena Tarif Impor AS 32%
2 jam yang lalu
Sektor Industri Terdampak...
Sektor Industri Terdampak Tarif Impor AS, Pengamat: Respons RI Kalah Cepat Dibanding Vietnam
3 jam yang lalu
Infografis
Tiga Alasan Microsoft...
Tiga Alasan Microsoft Investasi Rp27 Triliun di Indonesia
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved