Beras Bulog Bakal Dijual Murah Rp 8.000/Kg, Ini Syaratnya

Selasa, 17 Januari 2023 - 12:53 WIB
loading...
Beras Bulog Bakal Dijual...
Perum Bulog bersiap untuk menjual beras medium dengan harga murah atau sebesar Rp 8.000 per kilogram, begini penjelasan Dirut Bulog, Budi Waseso alias Buwas. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perum Bulog bersiap untuk menjual beras medium dengan harga murah atau sebesar Rp 8.000 per kilogram. Beras yang dijual murah di pasaran ini, bila stok tersimpan di gudang Bulog sudah lebih dari 4 bulan.

Baca Juga: Buwas Pede 500 Ribu Ton Beras Impor Tiba Februari 2023

Direktur Utama (Dirut) Bulog, Budi Waseso alias Buwas menyebut aksi jual murah cadangan beras pemerintah (CBP) itu diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2018.

Aksi tersebut sekaligus mencegah adanya penurunan mutu beras. Sehingga, beras tersimpan lebih dari 4 bulan di gudang akan dilepas di bawah harga pembelian. Adapun harga pembelian beras oleh Bulog sebesar Rp 8.300.

"Artinya yang dulu kita pengadaan belinya Rp 8.300 begitu 4 bulan kita stop, itu kita lepas dengan harga Rp 8.000 atau di bawah harga 8.300, nanti selisihnya diganti oleh pemerintah. Apabila ini bisa berjalan tentunya kami punya keyakinan tidak akan lagi terjadi beras yang turun mutu," ungkap Buwas, dikutip Selasa (17/1/2023).

Baca Juga: Bulog Ditugaskan Serap Beras Petani 2,4 Juta Ton per Tahun, Buwas: Belum Final

Untuk menjaga kecukupan stok pangan beras tahun ini, Bulog akan melakukan pengadaan beras dari petani dalam negeri sebanyak 1,46 juta ton. Sementara untuk ketersediaan CBP, BUMN Pangan harus menyerap 1 juta ton.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bulog Buka Gudang untuk...
Bulog Buka Gudang untuk Mahasiswa UGM, Dirut: Lihat Langsung Pengelolaan Cadangan Beras
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Cadangan Beras Hampir...
Cadangan Beras Hampir Tembus 5 Juta Ton, Bukti Nyata Perkuat Ketahanan Pangan
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Rekomendasi
OTT di Sumut, KPK Tangkap...
OTT di Sumut, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin
Ronaldo Buntu, Portugal...
Ronaldo Buntu, Portugal vs Kroasia Tanpa Gol di Babak Pertama
Portugal vs Spanyol...
Portugal vs Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ronaldo-Yamal Siapa Lebih Moncer?
Berita Terkini
PB PMII Dorong Audit...
PB PMII Dorong Audit Rantai Pasok Batu Bara Usai Pemadaman Listrik
Gelombang PHK Ancam...
Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved