Yusuf Lakaseng: Partai Perindo Desak Perbaikan Standar Keselamatan Kerja di Industri Nikel Morowali
Selasa, 17 Januari 2023 - 14:04 WIB
loading...
Yusuf Lakaseng mengatakan Perindo prihatin dengan peristiwa kerusuhan di PT Gunbuster Nickel Industry. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia ( Perindo ) prihatin dengan peristiwa kerusuhan di PT Gunbuster Nickel Industry ( GNI ), Morowali Utara, Sulawesi Tengah, yang menewaskan dua pekerja pada 14 Januari 2023.
Baca juga: PT GNI Rusuh, Ini Sosok Pemiliknya: Ternyata Raja Smelter di Indonesia asal China
"Kerusuhan di PT GNI yang mengakibatkan dua nyawa melayang, satu orang dari tenaga kerja lokal dan satu orang dari TKA, tentu memilukan bagi kita semua," kata Ketua DPP Partai Perindo Bidang Organisasi dan Kaderisasi Yusuf Lakaseng, dalam keterangannya, Selasa (17/1/2023).
Kericuhan antar-pekerja WNA dan WNI itu terjadi diduga akibat manajemen PT GNI tidak responsif terhadap tuntutan serikat pekerja nasional (SPN) yang meminta perlunya dilakukan sejumlah perbaikan standar keselamatan kerja mengingat kecelakaan kerja kerap terjadi. Selain itu, mereka meminta dihentikannya pemotongan upah yang tidak jelas.
"Tuntutan para pekerja di PT GNI sangat wajar. Apalagi, ini sudah abad modern, keselamatan manusia adalah hukum tertinggi. Sangat ironi industri modern justru abai dengan penerapan standar keselamatan kerja yang memadai," tegas Yusuf yang juga sebagai Juru Bicara (Jubir) Nasional DPP Partai Perindo--yang dikenal peduli rakyat kecil--tersebut.
Tokoh asal Sulteng tersebut menjelaskan semenjak booming nikel, Kabupaten Morowali dan Morowali Utara menjadi tanah harapan bagi ratusan ribu masyarakat dan pekerja tambang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Baca juga: PT GNI Rusuh, Ini Sosok Pemiliknya: Ternyata Raja Smelter di Indonesia asal China
"Kerusuhan di PT GNI yang mengakibatkan dua nyawa melayang, satu orang dari tenaga kerja lokal dan satu orang dari TKA, tentu memilukan bagi kita semua," kata Ketua DPP Partai Perindo Bidang Organisasi dan Kaderisasi Yusuf Lakaseng, dalam keterangannya, Selasa (17/1/2023).
Kericuhan antar-pekerja WNA dan WNI itu terjadi diduga akibat manajemen PT GNI tidak responsif terhadap tuntutan serikat pekerja nasional (SPN) yang meminta perlunya dilakukan sejumlah perbaikan standar keselamatan kerja mengingat kecelakaan kerja kerap terjadi. Selain itu, mereka meminta dihentikannya pemotongan upah yang tidak jelas.
"Tuntutan para pekerja di PT GNI sangat wajar. Apalagi, ini sudah abad modern, keselamatan manusia adalah hukum tertinggi. Sangat ironi industri modern justru abai dengan penerapan standar keselamatan kerja yang memadai," tegas Yusuf yang juga sebagai Juru Bicara (Jubir) Nasional DPP Partai Perindo--yang dikenal peduli rakyat kecil--tersebut.
Tokoh asal Sulteng tersebut menjelaskan semenjak booming nikel, Kabupaten Morowali dan Morowali Utara menjadi tanah harapan bagi ratusan ribu masyarakat dan pekerja tambang untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Lihat Juga :