Wall Street Ambruk di Akhir Sesi Imbas Data Ekonomi AS Tak Sesuai Harapan dan The Fed Hawkish
Kamis, 19 Januari 2023 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Penurunan pada hari Rabu adalah kerugian pertama Nasdaq dalam delapan sesi, sementara S&P dan keduanya melihat penurunan persentase harian terbesar sejak 15 Desember.
Baca Juga: Gempuran Resesi Global, Indonesia Optimistis Bertahan
Dengan rata-rata utama Wall Street menunjukkan keuntungan sejauh ini untuk tahun 2023, Kepala strategi investasi di penelitian CFRA, Sam Stovall mengatakan, beberapa investor melihat data yang lemah sebagai peluang untuk mengambil keuntungan.
"Pasar overbought. Data ekonomi hari ini berfungsi sebagai pemicu untuk memulai aksi ambil untung dan kelompok dengan keuntungan terbanyak adalah yang terbaik tahun lalu," kata Stovall.
Sektor terlemah pada hari Rabu adalah bahan pokok konsumen defensif (.SPLRCD), turun 2,7%, dan utilitas (.SPLRCU), yang turun 2,4%. Sebagai perbandingan, kinerja terbaik adalah sektor yang lebih berat pertumbuhannya seperti layanan komunikasi (.SPLRCL), turun 0,9%, dan teknologi (.SPLRCT), turun 1,3%.
Sebelumnya Presiden Fed St. Louis James Bullard dan Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menekankan, perlunya menaikkan suku bunga di atas 5% untuk menurunkan inflasi.
Baca Juga: Gempuran Resesi Global, Indonesia Optimistis Bertahan
Dengan rata-rata utama Wall Street menunjukkan keuntungan sejauh ini untuk tahun 2023, Kepala strategi investasi di penelitian CFRA, Sam Stovall mengatakan, beberapa investor melihat data yang lemah sebagai peluang untuk mengambil keuntungan.
"Pasar overbought. Data ekonomi hari ini berfungsi sebagai pemicu untuk memulai aksi ambil untung dan kelompok dengan keuntungan terbanyak adalah yang terbaik tahun lalu," kata Stovall.
Sektor terlemah pada hari Rabu adalah bahan pokok konsumen defensif (.SPLRCD), turun 2,7%, dan utilitas (.SPLRCU), yang turun 2,4%. Sebagai perbandingan, kinerja terbaik adalah sektor yang lebih berat pertumbuhannya seperti layanan komunikasi (.SPLRCL), turun 0,9%, dan teknologi (.SPLRCT), turun 1,3%.
Sebelumnya Presiden Fed St. Louis James Bullard dan Presiden Fed Cleveland Loretta Mester menekankan, perlunya menaikkan suku bunga di atas 5% untuk menurunkan inflasi.
Lihat Juga :