Rupiah Dibuka Berhasil Menguat di Tengah Defensifnya Yen

Rabu, 20 April 2016 - 10:09 WIB
Rupiah Dibuka Berhasil...
Rupiah Dibuka Berhasil Menguat di Tengah Defensifnya Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka berhasil melanjutkan penguatan dari penutupan kemarin. Penguatan rupiah hari ini di tengah merosotnya mata uang jepang, yen terhadap USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah juga dibuka menguat di posisi Rp13.112/USD dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.135/USD. Namun, pada pukul 10.00 WIB bergerak ke level Rp13.123/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance hari ini dibuka di level Rp13.088/USD, namun pada pukul 10.000 WIB bergerak melemah ke level Rp13.135/USD. Pembukaan rupiah berdasarkan Yahoo Finance hari ini masih lebih baik dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.115/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.133/USD. Posisi ini tercatat semakin menguat dari posisi kemarin yang berada di posisi Rp13.150/USD.

Sementara, berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp13.137/USD. Posisi ini melemah dari penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.117/USD.

Seperti dikutip dari Reuters hari ini, mata uang Jepang yakni yen defensif atau masih mengalami kerugian yang luas karena permintaan untuk mata uang safe haven memudar setelah Indeks saham AS mencapai rekor tertinggi.

Sementara, kenaikan harga komoditas membuat mata uang Australia dan Selandia Baru mencapai puncak tertinggi dalam 20 bulan. USD terhadao yen kembali naik di atas 109,00 dan euro terhadap yen juga menguat di atas level 124,00 untuk pertama kalinya dalam lebih dari sepekan.

Euro terhadao USD berada di level 1,1358 atau terlihat terus pulih dari posisi rendah di level 1,1234 yang terjadi pada pekan lalu. Para pedagang mengatakan bahwa saat ini tergantung pada hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB).

Pada bulan lalu, Kepala ECB Mario Draghi mengeluarkan paket pelonggaran berani, namun euro terlihat naik setelah dia menyarankan tidak akan ada pemotongan suku bunga lebih lanjut. Aussie naik terhadap USD ke level 0,7827, mencapai puncak tertinggi yang tidak terlihat sejak Juni.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
7 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
7 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
7 jam yang lalu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
7 jam yang lalu
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
8 jam yang lalu
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
8 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved