Sektor Riil

Ini solusi untuk krisis kedelai

Rabu,  25 Juli 2012  −  10:46 WIB
Ini solusi untuk krisis kedelai
ilustrasi Foto: Okezone

Sindonews.com - Pemerintah menyepakati beberapa poin solusi dalam persoalan kedelai di Indonesia. Kesepakatan tersebut dicetuskan setelah adanya Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian hari ini oleh para menteri terkait.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyebutkan tiga poin kesepakatan yang disepakati soal harga kedelai. Pertama, pemerintah menyepakati untuk memberikan pembebasan bea masuk 5 persen hingga akhir tahun 2012.

"Pembebasan bea masuk lima persen untuk kedelai yang berlaku sampai akhir tahun. Justru itu kita meminta begitu diputuskan nanti segera para pedagang menurunkan harganya sesuai dengan bea masuk tersebut," ungkap Hatta di kantornya, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Kedua, Hatta menuturkan pemerintah akan memfasilitasi koperasi para pengrajin tahun dan tempe untuk dapat melakukan impor langsung. Dirinya memastikan Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, dan Kementerian Perindustrian akan menjadi fasilitator.

Selanjutnya, Hatta mengungkapkan yang ketiga adalah perbaikan dalam sistem produksi, yang langsung ditangani oleh Kementerian Perindustrian.

"Ini akan meningkatkan produktivity dari pengrajin. Ini keputusan penting untuk pengrajin tahu tempe, dengan demikian kita harapkan akan segera turun harganya," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, melambungnya harga kedelai hingga mencapai Rp8.000 per kilogram membuat para pengusaha tempe dan tahu menjerit dan terancam bangkrut. Sebagai bentuk protes, pengusaha tahu dan tempe di Jabodetabek bahkan tidak melakukan produksi dalam tiga hari kedepan.

Berhentinya produksi tempe dan tahu tentu sangat memberatkan konsumen. Apalagi di tengah datangnya bulan suci Ramadan menu tahu dan tempe hampir selalu menjadi pilihan masyarakat Indonesia.



(and)

views: 1.485x
shadow