Sektor Riil

Hujan, harga sembako di Bogor meroket

Selasa,  22 Januari 2013  −  18:36 WIB
Hujan, harga sembako di Bogor meroket
Ilustrasi/ist

Sindonews.com - Harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di beberapa pasar Kota Bogor mengalami kenaikan akibat tingginya curah hujan.

Sebagian besar kenaikan dipicu karena pasokan dari distributor maupun petani terlambat. Berkurangnya pasokan sembako berdampak pada naiknya harga kubutuhan pokok.

Menurut Aji Suroso, pedagang ikan asin yang sudah berjualan sejak 1970 di Pasar Sukasari, Bogor mengaku, pasokan dari Jakarta berkurang dan terlambat datang akibat banjir. "Pasokan dari Muara Angke Jakarta harus dibagi ke ratusan pedagang lainnya yang ada di wilayah Bogor dan Depok," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, beberapa komoditas ikan asin rata-rata mengalami kenaikan sebesar 5-10 persen. "Misalnya cumi dari Rp50 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp60 ribu per kg," kata Aji.

Senada dengan Aji, Andi, pedagang beras di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor mengatakan, harga beras IR 64 (medium) yang biasanya dijual Rp8 ribu menjadi Rp8500. "Untuk beras Cianjur Slip II dari Rp7 ribu menjadi Rp8650," ujar Andi.

Sementara itu, Nadiyem, penjual sayuran mengaku, kenaikan paling tinggi terjadi pada cabe keriting. "Cabe rawit dari Rp20 ribu per kg menjadi Rp36 ribu per kg," ungkapnya.

Berdasarkan data dari Perusahan Daerah (PD) Pasar Pakuan Jaya, Kota Bogor menyebutkan, harga daging ayaM broiler dari Rp25  ribu per kg menjadi Rp28 ribu per kg.

Direktur Utama PD Pasar Pakuan Jaya, Aly Yusuf mengatakan, kenaikan tertinggi terjadi pada harga sayuran. Terpantau dari seluruh pasar di Kota Bogor harga sayuran meroket cukup tinggi. "Cabe merah keriting dan cabe merah teropong dari Rp12 ribu per kg menjadi Rp30 ribu per kg. Sedangkan cabe hijau dan rawit dari Rp10 ribu menjadi Rp15-Rp20 ribu," katanya.

Menurut Aly, kenaikan harga kebutuhan pokok, sudah berlangsung sejak Minggu (19/1/2013). "Agar tidak terus naik, binaan suplyer PD Pasar Pakuan Jaya diminta tingkatkan suplai," tutur dia.

Selain itu, pihaknya juga akan mengawasi sejumlah pedagang agar tidak melakukan penimbunan. "Khawatir oknum pedagang dan spekulan bermain dan memanfaatkan situasi. Maka, kita akan awasi terus," kata Aly.


(izz)

views: 1.352x
shadow