Sektor Riil

Mentan: 80% kebutuhan bawang putih masih impor

Senin,  25 Februari 2013  −  12:43 WIB
Mentan: 80% kebutuhan bawang putih masih impor
Ilustrasi/Ist

Sindonews.com - Menteri Pertanian Suswono menuturkan, sekitar 80 persen kebutuhan bawang putih nasional masih dipenuhi melalui keran impor. Ketergantungan pada impor ini menyebabkan Indonesia kesulitan melakukan stabilisasi harga bawang putih.

Menurut Suswono, gangguan pasokan bawang putih dari luar negeri yang menyebabkan harga bawang putih melonjak hingga Rp30 ribu per kg saat ini.

"Boleh jadi mungkin karena impor, karena bawang putih lebih dari 80 persen masih impor. Jadi, nampaknya (harga melonjak) mungkin karena pasokan berkurang untuk bawang putih," terang Suswono usai Rapat Koordinasi stabilisasi harga pangan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/2/2013).

Meski harga bawang putih mengalami kenaikan yang signifikan, lanjut dia, harga-harga dan pasokan bahan pangan lain masih terjaga. "Kalau yang lain-lain, saya pikir belum sangat mengganggu," sambungnya.

Senada dengan Mentan, Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan juga berpendapat, meroketnya harga bawang putih ini merupakan akibat ketergantungan Indonesia pada bawang impor.

"Bawang putih mencuat dari Rp5 ribu ke Rp30 ribu itu lebih karena ketergantungan kita terhadap impor. Selama ini bawang putih yang kita konsumsi lebih banyak didatangkan dari luar negeri," jelas Gita.

Lebih lanjut, Gita menyatakan bahwa lonjakan harga bawang putih ini murni akibat gangguan pasokan, bukan karena kesalahan atau permainan para importir bawang putih. Namun, pihaknya akan mengkajinya lebih mendalam. "Tidak, karena permintaannya tinggi sementara pasokannya terbatas. Tapi nanti akan coba kita lihat deh," tandas dia.


(gpr)

views: 709x
shadow