Sektor Riil

Ginsi: Pemilik barang ancam gunakan angkutan sendiri

Senin,  3 Juni 2013  −  16:27 WIB
Ginsi: Pemilik barang ancam gunakan angkutan sendiri
Ilustrasi

Sindonews.com - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (Ginsi) menegaskan, akan menyiapkan armada angkut sendiri untuk melakukan angkutan barang dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok apabila aksi mogok operasional dari pengusaha jasa angkutan di pelabuhan berlanjut lebih dari satu hari.

"Kalau berlarut-larut aksi mogok ini, importir akan gunakan angkutan sendiri. Karena usaha kami tidak bisa berhenti satu hari pun," ujar Sekretaris Jenderal Ginsi, Ridwan Tento di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (6/3/2013).

Pernyataan tegas ini disampaikannya karena dalam menjalankan bisnisnya, keterlambatan pengiriman barang akan menyebabkan kerugian yang sangat besar. Secara luas akan membebani jalannya roda perekonomian nasional.

"Kerugian pemilik barang, kalau kami tidak bisa mengeluarkan barang dari pelabuhan tentu kita kena demurrage (biaya tambahan). Untuk ekspor sendiri, kalau barang kita terlambat sampai tujuan, kita pemilik barang bisa kena penalty, bahkan di-reject. Itu tentu memberi kerugian," tutur dia.

Seperti diketahui, perusahaan jasa pelabuhan, yang tergabung dalam beberapa asosiasi mulai melakukan mogok operasi pada hari ini di sejumlah pelabuhan di Indonesia.

"Jadi, hari ini kita tidak melakukan kegiatan. Pelabuhan sepi karena semuanya tidak melakukan kegiatan. Truk-truk kita juga diparkir di garasi," kata Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Fowarder Indonesia (ALFI), Iskandar Zulkarnain.

Aksi mogok operasi sejumlah asosiasi, seperti ALFI, Indonesian National Shipowners Association (INSA), Asosiasi Bongkar Muat Indonesia (APBMI) dan Forum Komunikasi Angkutan Khusus Pelabuhan (Angsuspel) dilakukan sebagai aksi protes lantaran Pelindo II banyak membentuk anak usaha di luar bisnis pengelolaan kepelabuhan, sehingga mengancam bisnis pengusaha pelayaran dan logistik swasta.


(rna)

views: 2.015x
shadow