Pertumbuhan Kinerja CNKO Diproyeksi Menyempit

Sabtu, 26 Juli 2014 - 15:21 WIB
Pertumbuhan Kinerja...
Pertumbuhan Kinerja CNKO Diproyeksi Menyempit
A A A
JAKARTA - Kinerja emiten pertambangan, PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) pada tahun ini diprediksi akan mengalami tekanan. Pertumbuhan kinerja perseroan diprediksi akan menyempit, namun akan tertolong meningkatnya permintaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit.

Analis PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Madjid Abdillah mengatakan, perlambatan ekonomi, pertumbuhan pasokan berkelanjutan dan penggunaan gas shale di Amerika Serikat (AS) akan membatasi naiknya harga batu bara.

Harga batu bara pada tahun lalu anjlok 12,8% menjadi USD83,9 per ton dibanding tahun sebelumnya USD96,3 ton. Dia memprediksi, harga batu bara belum akan pulih dalam jangka pendek.

Kendati demikian, meningkatnya konsumsi batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listrik di dalam negeri oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membantu perusahaan.

"Dalam pasokan batu bara, kami tidak khawatir karena CNKO memiliki cadangan cukup, meskipun berasal dari pihak ketiga," kata dia dalam risetnya, belum lama ini.

Dia memperkirakan bahwa anak usaha CNKO, PT Dwi Guna Laksana dan PT Sekti Rahayu Indah dapat meningkatkan produksi batu bara pada tahun depan. Meningkatkan konsumsi batu bara seiring dengan proyeksi cerahnya industri listrik lantaran pemerintah menargetkan meningkatkan kapasitas listrik di dalam negeri.

Pefindo memproyeksikan, penjualan CNKO tahun ini turun 15,24% menjadi Rp1,39 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp1,64 triliun. Laba bersih juga diproyeksi tergerus 40,38% menjadi Rp62 miliar dari tahun lalu Rp104 miliar.

Sementara harga saham perseroan diperkirakan akan berada pada kisaran Rp240-Rp400 per lembar. Sedangkan harga saham CNKO pada akhir pekan ini berada di level Rp185, naik 7 poin dibanding hari sebelumnya Rp178 per lembar.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
MedcoEnergi Dorong Investasi...
MedcoEnergi Dorong Investasi Hijau dalam Transisi Energi di Asia Tenggara
Dukung Keandalan Listrik...
Dukung Keandalan Listrik Sumatera, GE Pasok Turbin Gas untuk PLTGU Riau
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Mengenal PT Arita Prima...
Mengenal PT Arita Prima Indonesia Tbk, Mitra Andal untuk Proyek Industri Anda!
RAJA Kantongi Pendapatan...
RAJA Kantongi Pendapatan Rp4,14 Triliun di 2024, Catat Kinerja Terbaik dalam 5 Tahun
Berita Terkini
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
13 menit yang lalu
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
35 menit yang lalu
Dorong Bioenergi, PLN...
Dorong Bioenergi, PLN EPI Siap Serap 10 Juta Ton Biomassa di 2030
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Melonjak...
IHSG Sepekan Melonjak 2,82%, Kapitalisasi Pasar Bertambah Jadi Rp10.788 Triliun
2 jam yang lalu
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
3 jam yang lalu
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
3 jam yang lalu
Infografis
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global pada 2024-2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved