Tim Reformasi Tata Kelola Migas Dinilai Tidak Sistematis

Sabtu, 06 Desember 2014 - 14:50 WIB
Tim Reformasi Tata Kelola...
Tim Reformasi Tata Kelola Migas Dinilai Tidak Sistematis
A A A
JAKARTA - Ketua Asosiasi Tim Ekonomi Politik Indonesia, Salamuddin Daeng menilai, kerja Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang digawangi ekonom Faisal Basri tidak sistematis dan terkesan terburu-buru.

"Saya kaget dengan yang disampaikan tim ini. Kesannya ini lebih grasak-grusuk dari LSM. Statement-nya tidak sistematis dan terstruktur," ujarnya dalam Talkshow Polemik Sindo Trijaya di Jakarta, Sabtu (6/12/2014).

Dia menyebutkan, pendekatan yang digunakan tim bentukan Kementerian ESDM ini tidak mengacu pada regulasi.

"Belum-belum sudah nabrak Pertamina dan Petral. Model nabraknya ini kesannya, semoga tidak membawa agenda tertentu. Tidak melakukan pendekatan komprehensif terhadap masalah ini," terangnya.

Menurut Salamuddin, sebaiknya Tim Reformasi mengamati terlebih dahulu rantai migas dari hulu hingga ke hilir. Selain itu, amati juga regulasi yang terkandung didalamnya.

"Harusnya lihat dulu rantai migas dari hulu ke hilir, lihat regulasinya. Bongkar UU Nomor 22 tahun 2001. Saya melihat kesannya terburu-buru, ini kan mustinya tenang. Pemerintah harus mikirnya sistem," tandas Daeng.

Daeng menambahkan, roadmap dari Tim ini pun tidak jelas, serta tidak menyentuh aspek pokok regulasi, yang utamanya ada di hulu.

(Baca: DPR Ragukan Kerja Tim Reformasi Tata Kelola Migas)
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dirjen Migas Dinonaktifkan...
Dirjen Migas Dinonaktifkan Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Sri Mulyani Pegang Teguh...
Sri Mulyani Pegang Teguh Falsafah Jawa: Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe
Kakorlantas Sebut Reformasi...
Kakorlantas Sebut Reformasi Tata Kelola Samsat Berdampak Peningkatan PAD.
Reformasi Tata Kelola...
Reformasi Tata Kelola Pasar Modal, Analis Ingatkan soal Eksekusi
Sukses Terapkan GRC,...
Sukses Terapkan GRC, Perusahaan Asuransi Ini Diganjar 2 Penghargaan
Pertamina Kembali Masuk...
Pertamina Kembali Masuk Fortune Global 500, Legislator: Sejak Dulu Bisa Jadi Kelas Dunia
Berita Terkini
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
16 menit yang lalu
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
29 menit yang lalu
Konsisten Jaga Kinerja...
Konsisten Jaga Kinerja dan Daya Saing, MARK Raih Penghargaan Nasional
56 menit yang lalu
Soal Pendapatan Ojol...
Soal Pendapatan Ojol Turun Usai Potongan 8% Berlaku, Menteri UMKM: Lagi Libur Sekolah
1 jam yang lalu
DPR Dorong Pengawasan...
DPR Dorong Pengawasan Galon Guna Ulang Diperketat demi Lindungi Konsumen
1 jam yang lalu
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
1 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved