RSPO-WWF Telusuri Minyak Sawit Berkelanjutan

Selasa, 12 Mei 2015 - 14:42 WIB
RSPO-WWF Telusuri Minyak...
RSPO-WWF Telusuri Minyak Sawit Berkelanjutan
A A A
JAKARTA - Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bersama World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia membentuk gugus tugas (task force) dalam rangka menelusuri dan melegalkan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan ‎(sustainable palm oil).

Manajer Program Kelapa Sawit Berkelanjutan WWF Indonesia Putra Agung menuturkan, legalitas (legality) dan ketelusuran (traceability) diperlukan lantaran ada risiko yang teridentifikasi bahwa industri kelapa sawit yang sudah memperoleh sertifikat RSPO, masih mencampur antara kelapa sawit yang legal dan tidak legal.

"‎Mengapa butuh legality dan traceability sistem, karena ada risiko yang terindentifikasi, masih mixing antara Certificate Sustainable Palm Oil (CSPO) dan unknown source. Jadi perlu di-trace agar tahu kalau itu sustainable. Ada potensi ilegal palm oil yang bisa masuk," ucapnya di gedung WTC, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Selain itu, sambung Putra, task force ini didasari karena semakin tingginya ekspansi yang dilakukan growers baik independen, smallholder, maupun perusahaan besar yang terindentifikasi menanam palm oil di area yang tidak seharusnya.‎

"Proses fasilitas dari RSPO member secara langsung atau enggak, kemungkinan juga dimanfaatkan dari sumber palm oil yang tidak legal," imbuh dia.

Menurutnya, task force ini mengupayakan agar pabrik-pabrik sawit yang bersertifikat tersebut benar-benar memenuhi standar dari sustainable palm oil. "Untuk memastikan traceability dan legality dari external supplier," jelasnya.

Sementara itu, Penasehat RSPO Bungaran Saragih mengungkapkan, task force ini dimaksudkan agar RSPO diyakini legalitasnya. Tidak ada sertifikat RSPO yang bisa dibeli, dan harus melalui proses uji kelayakan.

"‎Supaya RSPO respectable dan diakui maka harus dipastikan bahwa itu benar-benar sustainable. Bukan hanya dari sertifikat RSPO, tapi dengan tracebility itu. Keyakinan bahwa itu legal. Jadi kalau ada sertifikat RSPO bukan bohong-bohongan, tapi benar-benar sudah dibuktikan dari sertifikat boarding. Ini peningkatan kemajuan RSPO," pungkas Bungaran.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
8 menit yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
35 menit yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
47 menit yang lalu
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
1 jam yang lalu
Prabowo Resmi Rilis...
Prabowo Resmi Rilis Aturan Ekspor 3 Komoditas Lewat Satu Pintu, Ini Ketentuannya
1 jam yang lalu
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
3 jam yang lalu
Infografis
Israel Ancam Serang...
Israel Ancam Serang Fasilitas Nuklir dan Minyak Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved