Ekonomi Melambat, Return Reksa Dana Saham Merosot
Selasa, 12 Mei 2015 - 17:07 WIB
Ekonomi Melambat, Return Reksa Dana Saham Merosot
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama PT Danareksa Investment Management Prihatmo Hari menjelaskan bahwa laju ekonomi nasional yang melambat menyebabkan merosotnya nilai imbal hasil (return) reksa dana saham pada kuartal I tahun ini.
"Kondisi market dan ekonomi melambat, indeks saham turun, kinerja perusahaan (emiten) tidak bagus, penjualan tidak bagus karena pengaruh perlambatan ekonomi," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Kendati demikian, Prihatmo mengatakan, pola investasi pada reksa dana merupakan jangka panjang, sehingga tidak bisa dilihat hanya dari per bulan saja.
"Soal kinerja reksa dana saham di kuartal I, investor berani untuk berpikir jangka panjang di atas lima tahun karena market akan naik-turun. Kalau naik terus, misalnya 3% tidak seru karena ada permintaan dan penawaran," jelas Prihatmo.
Dia memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini akan tumbuh sebesar 13%. Sementara target kinerja reksa dana sebesar dua kali lipatnya.
"Tahun ini kita perkirakan indeks tumbuh 13%, sementara pertumbuhan fund manager di atas indeks, yaitu 25%. Tidak ada satupun perform fund manager yang baik terus sepanjang masa," pungkasnya.
(Baca: IHSG Berdarah, Kinerja Reksa Dana Nelangsa)
"Kondisi market dan ekonomi melambat, indeks saham turun, kinerja perusahaan (emiten) tidak bagus, penjualan tidak bagus karena pengaruh perlambatan ekonomi," ujarnya di Jakarta, Selasa (12/5/2015).
Kendati demikian, Prihatmo mengatakan, pola investasi pada reksa dana merupakan jangka panjang, sehingga tidak bisa dilihat hanya dari per bulan saja.
"Soal kinerja reksa dana saham di kuartal I, investor berani untuk berpikir jangka panjang di atas lima tahun karena market akan naik-turun. Kalau naik terus, misalnya 3% tidak seru karena ada permintaan dan penawaran," jelas Prihatmo.
Dia memperkirakan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun ini akan tumbuh sebesar 13%. Sementara target kinerja reksa dana sebesar dua kali lipatnya.
"Tahun ini kita perkirakan indeks tumbuh 13%, sementara pertumbuhan fund manager di atas indeks, yaitu 25%. Tidak ada satupun perform fund manager yang baik terus sepanjang masa," pungkasnya.
(Baca: IHSG Berdarah, Kinerja Reksa Dana Nelangsa)
(rna)
Lihat Juga :