Pertamax Batal Naik, ESDM Bantah Intervensi Pertamina

Jum'at, 15 Mei 2015 - 10:27 WIB
Pertamax Batal Naik,...
Pertamax Batal Naik, ESDM Bantah Intervensi Pertamina
A A A
JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah adanya intervensi, yang menyebabkan PT Pertamina (Persero) membatalkan kenaikan harga BBM jenis pertamax Cs.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengungkapkan, pemerintah tidak melakukan intervensi atas ditundanya kenaikan harga BBM umum tersebut. Penundaan tersebut hanya untuk menjaga keseimbangan.

"Pemerintah tidak melakukan interventi, tetapi untuk menjaga keseimbangan," ucapnya saat dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Menurutnya, saat ini pemerintah dan Pertamina sedang mengkaji pola yang tepat untuk penetapan harga BBM. Hal ini untuk menjaga agar perubahan harga tersebut tidak mengakibatkan guncangan terlalu sering. (Baca: Pertamina Tiba-tiba Batalkan Kenaikan Harga Pertamax).

"Pola ini dalam waktu dekat akan diumumkan, sehingga berikutnya Pertamina dapat mengumumkan penyesuaian harga dengan pola yang sudah di-adjust," imbuh dia.

Mantan Dirjen EBTKE ini tidak memungkiri bahwa kenaikan harga pertamax adalah aksi korporasi perseroan. Sebab, pertamax series bukanlah barang subsidi yang wajib diarahkan pemerintah.

"Betul (aksi korporasi) pemerintah tidak ikut campur, ini hanya untuk pola-nya, kapan diumumkan, bagaimana mengumumkannya, dan lain-lain. Tidak ikut dalam proses penetapan harganya‎," tandas Dadan.

Sebelumnya, Pertamina berencana menaikkan harga bahan bakar khusus. Kenaikan itu mereka sebutkan terhitung mulai 15 Mei 2015 pukul 00.00 WIB. Harga jual pertamax naik menjadi Rp9.600 per liter, dari sebelumnya Rp8.800 per liter. (Baca: Ini Penjelasan Pertamina Harga Pertamax Batal Naik).

Wianda menyebutkan kenaikan harga BBM tersebut dipicu oleh harga indeks pasar untuk produk BBK yang meningkat di pasar internasional. "Faktor rutin seperti harga indeks pasar untuk produk BBK yang meningkat di pasar internasional," ucapnya.

Sementara itu, harga BBM jenis premium dipastikan tidak mengalami kenaikan. Harga jualnya tetap Rp7.400 per liter.

Berikut harga BBM yang sebelumnya disebutkan mengalami kenaikan:

Pertamax‎: Rp9.600 per liter
Pertamax plus: Rp10.550 per liter
Pertamax dex: Rp12.200 per liter
Premium: Rp7.400 per liter (tetap)
Solar (biosolar keekonomian): Rp9.200 per liter.

(Baca: Siap-siap, Harga Pertamax Cs Naik Lagi Besok)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga BBM Pertamax Naik...
Harga BBM Pertamax Naik per 1 September 2023, Ini Daftar Lengkapnya
Update Terbaru Harga...
Update Terbaru Harga BBM Pertamina per 2 September 2024, Pertamax Cs Lebih Murah
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Turun, Ini Daftar Terbaru di SPBU Pertamina per 2 Februari 2026
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Breaking News! BBM Pertamax...
Breaking News! BBM Pertamax Turun Harga Mulai 1 November 2023 Jadi Rp13.400/Liter
Update Harga BBM per...
Update Harga BBM per 1 September 2023, Wah Pertamax Naik!
Berita Terkini
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
10 menit yang lalu
Keamanan Jadi Faktor...
Keamanan Jadi Faktor Utama Nasabah Memilih Bank Digital
1 jam yang lalu
Ada Nilai Ekonomi Ratusan...
Ada Nilai Ekonomi Ratusan Triliun, Industri Tembakau Dipandang Diperlakukan Paling Tidak Adil
1 jam yang lalu
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
1 jam yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
2 jam yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
2 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved