Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Jadi Peluang Menjaga Ketahanan Energi
Jum'at, 25 Maret 2022 - 14:33 WIB
loading...
Penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di tengah tingginya harga minyak mentah bisa menjadi salah satu kesempatan bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) menyatakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di tengah tingginya harga minyak mentah bisa menjadi salah satu kesempatan bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi .
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum SPPSI, Muhammad Anis. Menurut Anis, penyesuaian harga dinilai mampu mengatasi kerugian dari perusahaan pelat merah penyalur bahan bakar minyak yakni PT Pertamina (Persero).
"Kita ketahui harga Pertamax saat ini masih Rp.9000, sedangkan harga pasar sudah di atas Rp.10.000," kata Anis dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Tenang, Kenaikan Harga BBM Pertamax Tak Akan Mengerek Inflasi
Selain itu dirinya juga meminta pemerintah harus segera membayar piutang PT Pertamina (Persero) yang telah mencapai Rp 100 triliun agar BUMN itu bisa tetap menjalankan penugasan di tengah tingginya harga minyak mentah dunia. Harga minyak yang terus naik di atas USD100 per barel telah menggerus arus kas (cashflow) Pertamina.
Hal tersebut dikatakan Ketua Umum SPPSI, Muhammad Anis. Menurut Anis, penyesuaian harga dinilai mampu mengatasi kerugian dari perusahaan pelat merah penyalur bahan bakar minyak yakni PT Pertamina (Persero).
"Kita ketahui harga Pertamax saat ini masih Rp.9000, sedangkan harga pasar sudah di atas Rp.10.000," kata Anis dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Tenang, Kenaikan Harga BBM Pertamax Tak Akan Mengerek Inflasi
Selain itu dirinya juga meminta pemerintah harus segera membayar piutang PT Pertamina (Persero) yang telah mencapai Rp 100 triliun agar BUMN itu bisa tetap menjalankan penugasan di tengah tingginya harga minyak mentah dunia. Harga minyak yang terus naik di atas USD100 per barel telah menggerus arus kas (cashflow) Pertamina.
Lihat Juga :