Mega Manunggal Properti Bidik Dana IPO Rp1 Triliun

Jum'at, 15 Mei 2015 - 17:16 WIB
Mega Manunggal Properti...
Mega Manunggal Properti Bidik Dana IPO Rp1 Triliun
A A A
JAKARTA - PT Mega Manunggal Properti (MMP) berencana melantai di Bursa Efek Indonesia atau melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).

Adapun jumlah saham yang di lepas sebanyak 1,71 miliar saham atau 30% dari modal yang ditempatkan dan di setor penuh.

Sebagai penjamin pelaksana IPO, Direktur Utama PT Indo Premier Securities Moleonoto mengataan, Mega Manunggal akan menawarkan harga persaham sebesar Rp525-Rp600, dengan target total dana IPO sebesar Rp899,99 miliar hingga Rp1,03 triliun.

“Harga nominal yang ditawarkan sebesar Rp100/saham. Sedangkan harga penawarannya Rp525-Rp600/lembar saham,” paparnya dalam paparan publik di Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Direktur Utama Mega Manunggal Properti Fernandus Chamsi menambahkan, dana hasil IPO tersebut akan digunakan sebesar 90% untuk membeli lahan dan 10% sisanya untuk belanja modal dan kegiatan konstruksi perseroan.

“Kita berencana akan mengakuisisi lahan dengan luas lebih dari 50-60 hektare (ha). Untuk jangka pendek, kita akan memperluas gudang kami di seluruh jakarta dan di wilayah Timur Jawa,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, rencana perseroan untuk melepas sahamnya ke publik merupakan bagian dari strategi pertumbuhan perseroan untuk terus meningkatkan skala usaha.

“MMP berencana untuk terus melakukan akuisisi lahan dan lokasi yang strategis dan kemudian melaksanakan konstruksi peroperti logistik dalam rangka mencapai pertumbuhan net
leasable area
,” jelasnya.

Menurut dia, perseroan melihat prospek permintaan yang tinggi karena peningkatan investasi asing dan domestik yang telah mengerek pertumbuhan harga tanah di kawasan industri, sehingga pelaku usaha.

Sebagai informasi, perseran merupakan perusahaan yang mengembangkan dan mengoperasikan properti logistik dengan fokus pada pergudangan yang memenuhi spesifikasi sesuai standar interasional.

Saat ini, perseroan telah membangun dan memiliki empat properti logistik dengan total net leasable area (NLA) mencapai 163.757 meter persegi yang terdiri dari Univeler Mega Distributin Center di Cikarang Barat, Li & Fung yang berlokasi di kawasan industri MM2100, Intirub Business park dan selayar.

Masa penawaran awal akan dilaksanakan pada tanggal 15-22 Mei 2015, di targetkan akan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada tanggal 3 Juni 2015.

Sementara itu, masa penawaran umum saham perdanan diperkirakan pada tanggal 4,5 dan 8 Juni 2015. Penjatahan akan di laksanakan pada 10 Juni 2015.

Perkiraan distribusi saham secara eklektronik akan di laksanakan pada 11 Juni 2015. Dengan demikian pada tanggal 12 Juni 2015 akan resmi melantai di BEI.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hingga Maret 2020, Laba...
Hingga Maret 2020, Laba Bersih Bank Mega Tumbuh 38%
Bareskrim Tahan Buronan...
Bareskrim Tahan Buronan Giki Argadiraksa dan Dirut PT Mega Daya
Kiat PT PP Properti...
Kiat PT PP Properti Tbk Genjot Penjualan Saat Pandemi COVID-19
GMTD Gelar Pemilihan...
GMTD Gelar Pemilihan Unit Artemisia Residence
GMTD Luncurkan Lily...
GMTD Luncurkan Lily Residence di Palm Tree View, Harga Mulai Rp194 Juta
GMTD Hadirkan Hunian...
GMTD Hadirkan Hunian Smart Home di Marshmallow Residence
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
28 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved