Kalbe Farma Siapkan Dana Hedging dari Kas Internal
Senin, 18 Mei 2015 - 15:55 WIB
Kalbe Farma Siapkan Dana Hedging dari Kas Internal
A
A
A
JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyiapkan dana lindung nilai (natural hedging) dalam mata uang dolar Amerika Serikat (USD) sebesar USD40 juta-USD50 juta atau setara Rp524 miliar-Rp655 miliar.
Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahan Kalbe Farma Vidjongtius menyatakan, dana hedging dari kas internal perusahaan tersebut selalu dilakukan perseroan untuk mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD.
"Natural hedging adalah bentuk kas bukan bentuk kontrak dengan bank karena kita tahu kebutuhan impor (90%-95%) jalan terus dan pendapatan (income) dari rupiah," ujarnya di Jakarta, Senin (18/5/2015).
Dengan melakukan natural hedging, Vidjongtius menjelaskan, perseroan dapat melakukan penghematan dari sisi biaya dengan langsung membeli dalam mata uang USD.
"Kebijakan kita alokasikan USD40 juta-USD50 juta. Tapi misalnya kalau kebetulan cost rendah kita bisa beli sedikit dan situasi cukup baik, kita bisa masuk (membeli)," ujarnya.
Dia menambahkan, dengan angka sebesar itu sudah mencukupi persyaratan dari peraturan Bank Indonesia yang mengharuskan melakukan hedging sebesar 20% dari total utang dalam mata uang asing.
"Basically (angka segitu) sudah lebih dari 20%. Jumlah pinjaman kita kecil dari luar dan dalam negeri, kita dalam posisi net cash, akan kita jaga terus agar lebih fleksibel dengan mengatur keuangan," pungkasnya.
(Baca: Kalbe Farma Perluas Distribusi ke Indonesia Timur)
Direktur Keuangan sekaligus Sekretaris Perusahan Kalbe Farma Vidjongtius menyatakan, dana hedging dari kas internal perusahaan tersebut selalu dilakukan perseroan untuk mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD.
"Natural hedging adalah bentuk kas bukan bentuk kontrak dengan bank karena kita tahu kebutuhan impor (90%-95%) jalan terus dan pendapatan (income) dari rupiah," ujarnya di Jakarta, Senin (18/5/2015).
Dengan melakukan natural hedging, Vidjongtius menjelaskan, perseroan dapat melakukan penghematan dari sisi biaya dengan langsung membeli dalam mata uang USD.
"Kebijakan kita alokasikan USD40 juta-USD50 juta. Tapi misalnya kalau kebetulan cost rendah kita bisa beli sedikit dan situasi cukup baik, kita bisa masuk (membeli)," ujarnya.
Dia menambahkan, dengan angka sebesar itu sudah mencukupi persyaratan dari peraturan Bank Indonesia yang mengharuskan melakukan hedging sebesar 20% dari total utang dalam mata uang asing.
"Basically (angka segitu) sudah lebih dari 20%. Jumlah pinjaman kita kecil dari luar dan dalam negeri, kita dalam posisi net cash, akan kita jaga terus agar lebih fleksibel dengan mengatur keuangan," pungkasnya.
(Baca: Kalbe Farma Perluas Distribusi ke Indonesia Timur)
(rna)
Lihat Juga :