Pasar Ekspor Produk Rumput Laut Diperluas

Selasa, 19 Mei 2015 - 09:41 WIB
Pasar Ekspor Produk...
Pasar Ekspor Produk Rumput Laut Diperluas
A A A
BOGOR - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperluas pasar ekspor produk dengan bahan baku rumput laut ke tujuh negara di Eropa.

Negara tersebut adalah Swiss, Spanyol, Argentina, Jerman, Inggris, Austria, dan Rusia. Dalam rangka perluasan pasar tersebut, KKP bermitra dengan 14 perusahaan industri rumput laut nasional untuk fokus dalam memasarkan hasil produk olahannya. Adapun, produksi yang ditawarkan berupa berbagai jenis makanan, tekstil, pupuk, hingga keperluan kelengkapan farmasi.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP Saut Hutagalung mengatakan, misi perluasan pasar tersebut sebenarnya telah dilakukan secara konsisten di setiap tahunnya sejak 2013. ”Sejauh ini hasilnya selalu memuaskan, setiap tahunnya ekspor rumput laut selalu meningkat rata-rata 5,7%,” ujarnya di sela acara Expo Agar dan Karaginan di Bogor kemarin.

Data KKP menyebutkan, total produksi rumput laut basah dan kering sudah mencapai 1,3 juta ton dengan porsi ekspor sebesar 206.000 ton. Jumlah tersebut merupakan hasil dari 37 industri kecil yang tersebar di seluruh Indonesia. ”Namun ke depan, kita akan minimalkan ekspor bahan baku dan hanya akan fokus pada hasil olahan,” tukas Saut. Saut menyatakan, sejauh ini besaran ekspor bahan baku didominasi China.

Dengan begitu, Indonesia dan China sama-sama melakukan ekspor produk olahan ke Eropa, sehingga daya saing kedua negara menjadi tinggi. Oleh karena itu, KKP menggandeng Kedutaan Besar Swiss dan Switzerland Global Enterprise (SGE) untuk menarik pembeli produk olahan agar menstabilkan daya saing di pasar internasional. Ketua Koordinasi Pengembangan Ekonomi (SECO) Kedubes Swiss Martin Stottele berkomitmen membantu Indonesia dalam memasarkan produk rumput laut asal Indonesia.

”Ini tahun ketiga kami kerjasama, sekarang nilai ekspor produk olahan mencapai USD14,8 juta, meningkat 12% dari tahun 2014. Kami juga akan upayakan industri asal Indonesia bisa mengikuti pameran di Eropa,” ujarnya.

Rabia edra
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
8 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
9 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
9 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
10 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
10 jam yang lalu
Infografis
Jet Tempur F/A-18 AS...
Jet Tempur F/A-18 AS Seharga Rp1 Triliun Hilang di Laut Merah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved