DPR: Pembubaran Petral Sia-sia jika Harga BBM Tak Turun

Kamis, 21 Mei 2015 - 14:52 WIB
DPR: Pembubaran Petral...
DPR: Pembubaran Petral Sia-sia jika Harga BBM Tak Turun
A A A
JAKARTA - Komisi VII DPR RI menyatakan, langkah pemerintah membubarkan anak usaha PT Pertamina (Persero), Pertamina Energy Trading Limited (Petral) sia-sia jika tidak dibarengi turunnya harga BBM (bahan bakar minyak).

Ketua Komisi VII DPR RI Kardaya Warnika mengungkapkan, sejak awal rencana pembubaran Petral agar biaya pengadaan minyak menjadi lebih murah. Sebab, dari berbagai temuan termasuk dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) disebutkan telah terjadi inefisiensi dalam pengadaan minyak lewat Petral.

"‎Kalau ada inefisiensi di Petral, kan mengakibatkan biaya pengadaan tinggi. Sekarang Petral dibubarkan, berarti harapan rakyat kalau dibubarkan itu berarti biaya pengadaannya turun. Kalau biaya pengadaannya turun, BBM harganya turun," jelasnya di JCC, Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Sebab itu, jika dengan dibubarkannya Petral harga BBM tidak turun maka percuma. ‎Langkah pemerintah membubarkan Petral tidak patut diapresiasi, jika hanya sebatas membubarkan.

"Kan tujuannya itu supaya biaya pengadaan BBM itu murah, supaya bensin atau BBM yang dijual ke rakyat itu rendah. Itu saja. Sekarang ya jangan dulu ditepuk tanganin dong, kalau berkat dibubarkannya Petral maka ‎harga BBM turun itu baru kita tepuk tangan," tegasnya.

Mantan Kepala BP Migas ini menambahkan, masyarakat tidak terlalu menghiraukan mengenai mafia migas yang ada di Petral‎. Paling penting bagi rakyat adalah gebrakan baru berkat dibubarkannya Petral, yaitu harga BBM turun.

"‎Itu jelas dirasakan (harga BBM turun). Tetapi kalau dengan dibubarkan, enggak ada dampaknya terhadap harga BBM, terhadap biaya pengadaan BBM, jadi buat apa. Artinya kan ada tujuan," tandas Kardaya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Canggih, di Babel Bakal...
Canggih, di Babel Bakal Dibangun Prototipe PLTN Berbasis Thorium
Faisal Basri, Ekonom...
Faisal Basri, Ekonom Pemberani Pimpin Pembubaran Petral di Pertamina
Investor Asing Akhirnya...
Investor Asing Akhirnya Masuk IKN, Ini yang Dibangun
Berkat Kang Dedi, PGE...
Berkat Kang Dedi, PGE Raih PROPER Emas 11 Kali Berturut-Turut
Pertamina Delivery Service...
Pertamina Delivery Service di Makassar
Siap Terbang Perdana...
Siap Terbang Perdana ke Bali 28 April 2022, Pelita Air Buka Penjualan Tiket Pesawat Airbus A320-200
Berita Terkini
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
8 menit yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
40 menit yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
1 jam yang lalu
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
11 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
11 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved