Bos SKK Migas Ogah Disebut BUMN Khusus
Jum'at, 22 Mei 2015 - 05:31 WIB
Bos SKK Migas Ogah Disebut BUMN Khusus
A
A
A
JAKARTA - Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengaku tak ingin lembaga yang dipimpinnya tersebut sebagai perusahaan BUMN khusus. Pasalnya, SKK Migas harus mencari keuntungan dari sektor migas jika menjadi BUMN Khusus.
"Konotasinya perusahaan BUMN harus mencari keuntungan," ucapnya dalam acara The 39th IPA Convention and Exhibition, Jakarta, Kamis (21/5/2015).
Dia mengaku lebih senang jika SKK Migas disebut sebagai badan usaha khusus. "SKK Migas kalau mau jadi badan usaha khusus," imbuh dia.
Sementara itu, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri berharap agar SKK Migas dapat menjadi BUMN khusus. "Model SKK Migas ada BUMN khusus, lebih flexibel kontrak membantu diusaha migas kalau ada masalah terkait perizinan mereka lebih aktif," katanya.
Faisal mengatakan, dengan dijadikan BUMN khusus maka kinerja SKK Migas ke depan akan lebih baik. "Bukannya yang lalu enggak kerja juga, baru kali ini seperti ini, misalnya participating interest," tandasnya.
"Konotasinya perusahaan BUMN harus mencari keuntungan," ucapnya dalam acara The 39th IPA Convention and Exhibition, Jakarta, Kamis (21/5/2015).
Dia mengaku lebih senang jika SKK Migas disebut sebagai badan usaha khusus. "SKK Migas kalau mau jadi badan usaha khusus," imbuh dia.
Sementara itu, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri berharap agar SKK Migas dapat menjadi BUMN khusus. "Model SKK Migas ada BUMN khusus, lebih flexibel kontrak membantu diusaha migas kalau ada masalah terkait perizinan mereka lebih aktif," katanya.
Faisal mengatakan, dengan dijadikan BUMN khusus maka kinerja SKK Migas ke depan akan lebih baik. "Bukannya yang lalu enggak kerja juga, baru kali ini seperti ini, misalnya participating interest," tandasnya.
(izz)
Lihat Juga :