Pemerintah Punya Ruang Perbaiki Sektor Hulu Migas

Jum'at, 22 Mei 2015 - 12:02 WIB
Pemerintah Punya Ruang...
Pemerintah Punya Ruang Perbaiki Sektor Hulu Migas
A A A
JAKARTA - Pemerintah saat ini masih mempunyai ruang untuk menata ulang seluruh kebijakan, tata cara dan kegiatan yang berhubungan dengan minyak dan gas (migas) terutama sektor hulu. Sebab, sektor hulu adalah ujung awal industri migas dan seluruh bidang ekonomi secara keseluruhan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, kendati kondisi saat ini terbilang sulit, namun tetap harus dihadapi dengan bekerja membangun industri migas.

"Kemarin mungkin kita membaca rating ekonomi Indonesia yang mengalami perbaikan versi S&P. Terutama penyumbang terbesarnya karena pemerintah berani mengambil terobosan besar dengan mengalihkan subsidi BBM ke sektor yang lebih produktif. Ini lah yang menjadi terobosan perbaikan ekonomi ke depan," ujarnya di Jakarta Convension Center (JCC), Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Dana Rp200 triliun yang selama ini dialokasikan untuk subsidi BBM, sambung dia, sekarang dialihkan untuk pembangunan infrastruktur. Meskipun dalam waktu dekat belum kelihatan manfaatnya, tapi di masa depan akan sangat luar biasa.

"Bisa kita lihat beberapa bulan terakhir pemerintah mulai mengerjakan proyek-proyek infrastruktur, groundbreaking tol, groundbreaking bendungan, jalan perbatasan, pembangkit listrik, pelabuhan, bandara dan sebagainya," kata Sudirman.

Menurutnya, seluruh proyek infrastruktur tersebut mengarah pada pemenuhan kebutuhan mendasar manusia yang selama ini terlupa dan harus ditingkatkan.

"Jadi ini adalah sinyal bahwa ekonomi Indonesia ke depannya meskipun saat ini dalam keadaan sedikit mengalami tekanan. Tapi di masa depan kita akan sangat luar biasa," pungkasnya.


(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
10 Produsen Migas Terbesar...
10 Produsen Migas Terbesar yang Berada di Indonesia
Urgensi Revisi UU Migas...
Urgensi Revisi UU Migas No. 22/2001: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional
Realisasi Produksi Migas...
Realisasi Produksi Migas PHE ONWJ
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
11 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
45 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
3 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved