FTZ Batam Diprediksi Jadi Sentral Manufaktur ASEAN

Jum'at, 22 Mei 2015 - 12:11 WIB
FTZ Batam Diprediksi...
FTZ Batam Diprediksi Jadi Sentral Manufaktur ASEAN
A A A
BATAM - Status Free Trade Zone (FTZ) Batam diprediksi bisa menjadi kekuatan sentral manufaktur di ASEAN, dalam penerapan liberalisasi arus barang dan investasi dalam implementasi MEA 2015, jika mampu membuka peta perdagangan ekspor baru.

Kepala Seksi Impor, Subdit Impor, Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu RI Dwiyono Widodo mengungkapkan dalam kerangka kepabeanan yang berlaku dalam MEA 2015, status FTZ memiliki kelebihan insentif yang bisa menjadi incaran investor di luar ASEAN.

Kesepakatan hambatan tarif dalam kerangka MEA 2015 hanya sebatas penghapusan bea masuk barang hingga 0% bagi negara sesama ASEAN, serta negara non-ASEAN yang terlibat free trade agreement (FTA) dengan kawasan ini.

Selain itu juga diberlakukan pembatasan, wajib regional of origin (ROO) ASEAN dan penerapan 40% konten regional dalam pengolahan.

Sedangkan Batam dengan status FTZ justru sebaliknya. Pemasukan barang ke kawasan ini selain bebas bea masuk juga menerima insentif bebas PPN, PPnBM dan PPh pasal 22. Pemasukan barang juga tidak diperlakukan ketentutan pembatasan, tanpa wajib ROO, regional content dan bebas dari negara mana saja.

"Dari perspektif kepabeanan, Batam unggul. Tetapi harus tahu apa yang harus dilakukan, yakni dengan ekspor sebanyak-banyaknya karena bisa impor dari mana saja sehingga bisa produksi untuk siapa saja," ujarnya di Batam, Jumat (22/5/2015)

Menurutnya, dengan keunggulan itu wajar saja jika negara non-ASEAN dalam MEA nanti mencari lokasi basis produksi yang memberikan kemudahan arus barang untuk mengincar pasar di kawasan ini.

Lembaga pengelola FTZ BP Batam juga dinilai harus menyiapkan langkah untuk menambah industri yang berorientasi ekspor yang selama ini didominasi ke Singapura.

Sebagai gambaran peta perdagangan ekspor Batam di kawasan ASEAN masih didominasi Singapura di kisaran USD800 juta hingga pertengahan tahun lalu dan Malaysia USD93 juta. Sementara sisa tujuan ekspor yakni AS, Jepang, Australia, China, Korsel, Belanda, UAE dan Spanyol, sebagai 10 negara tujuan ekspor terbesar.

"Batam harus ingat bahwa saat MEA, kota ini bisa impor dari mana saja. Ekspor bukan hanya ke Singapura," imbuh dia.

Sementara itu, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo II Saptono R Irianto mengungkapkan, kesiapan sektor pelabuhan di Batam juga harus menjadi perhatian melalui kesiapan menampung kapal ukuran besar, dengan pendalaman alur laut lebih dari 14 meter. BP Batam juga harus mewujudkan pelabuhan internasional.

Terlebih, saat ini pasar kargo dunia melintasi China dan Asia Tenggara hingga 70% atau sekitar 60 juta TEUs. Namun kendalanya saat ini adalah mahalnya biaya logistik dan lamanya waktu sandar kapal (dwelling time).

"Kalau pelabuhan di Batam tidak siap, kapal-kapal itu ke negara tetangga. Industri juga ke tetangga jadi tidak boleh lengah," pungkas Saptono.


(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dua Kawasan Ekonomi...
Dua Kawasan Ekonomi Khusus Batam Beroperasi Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Batam Andalkan Olaharganya...
Batam Andalkan Olaharganya Tiger Woods untuk Dongkrak Ekonomi
Wisatawan Asing Mulai...
Wisatawan Asing Mulai Kunjungi Batam
Pembukaan Perbatasan...
Pembukaan Perbatasan Batam-Singapura Dorong Pemulihan Pariwisata dan Ekonomi
Ekonomi Batam 2023 Tumbuh...
Ekonomi Batam 2023 Tumbuh Melebihi Nasional, Berikut Faktor Penopangnya!
Berita Terkini
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
8 jam yang lalu
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
10 jam yang lalu
Asabri Dorong Transformasi...
Asabri Dorong Transformasi Layanan Berbasis ESG, Kepuasan Peserta Capai 96,03%
12 jam yang lalu
Distribusi BBM di Kota...
Distribusi BBM di Kota Medan Makin Lancar, Antrean di SPBU Mulai Normal
12 jam yang lalu
Jebakan Ilusi PDB, Mantan...
Jebakan Ilusi PDB, Mantan Menkeu Fuad Bawazier Ungkap Fakta di Balik Utang RI Rp8.000 Triliun
13 jam yang lalu
AKPY-BPDP Latih Pekebun...
AKPY-BPDP Latih Pekebun Sawit di Paser Tingkatkan Nilai Jual TBS
13 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved