Pembangunan Daerah Tertinggal Genjot Ekonomi RI

Sabtu, 23 Mei 2015 - 13:50 WIB
Pembangunan Daerah Tertinggal...
Pembangunan Daerah Tertinggal Genjot Ekonomi RI
A A A
JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengungkapkan, percepatan pembangunan daerah tertinggal diyakini akan berdampak nyata terhadap kinerja perekonomian nasional.

Bahkan, mampu mempercepat pemerataan kesejahteraan dan secara otomatis pula akan mengurangi ketimpangan membantu tercapainya target Pemerintah mengurangi angka Gini Ratio sebesar 0,05% menjadi 0,36% pada 2019.

"Harus kita akui, selama ini pembangunan lebih banyak terkonsentrasi di pulau Jawa dan belakangan di pulau Sumatera. Akibatnya kesejahteraan belum merata dinikmati oleh masyarakat yang ada di kawasan timur Indonesia seperti Papua, Maluku, Sulawesi, dan Kalimantan," katanya dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu (23/5/2015).

Menurutnya, hal itu tercermin pada struktur perekonomian Indonesia yang secara spasial masih didominasi kelompok provinsi di Pulau Jawa. Pulau Jawa memberikan kontribusi terhadap PDB sekitar 57,5%, Pulau Sumatera sekitar 23,9%, sedangkan kawasan timur Indonesia hanya kebagian sisanya sekitar 18,6%. Ketimpangan inilah yang harus segera diatasi dengan mempercepat pemerataan kesejahteraan di daerah tertinggal.

Marwan mengatakan, masih banyaknya daerah tertinggal di Indonesia disebabkan kurangnya perhatian terhadap daerah di luar Jawa, khususnya di kawasan timur Indonesia. Bahkan jumlah daerah tertinggal bisa mencapai 200 kabupaten, karena di daerah-daerah yang tidak masuk kategori tertinggal juga terdapat banyak sekali desa-desa tertinggal.

"Percepatan pembangunan daerah tertinggal harus menjadi prioritas terdepan dalam pembangunan nasional, untuk mempercepat terjadinya pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.

Maka itu, menteri kelahiran Pati Jawa Tengah ini menegaskan, pihaknya akan mempercepat pembangunan infrastruktur terutama sarana transportasi dan energi untuk mendukung kelancaran kegiatan ekonomi di daerah tertinggal. Paradigma yang digunakan pun tak lagi paradigma infrastructure follow people tapi sebaliknya people follow infrastructure.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
IMF: Pertumbuhan Ekonomi...
IMF: Pertumbuhan Ekonomi dan PDB RI Tembus Rp22,729 Triliun
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
13 menit yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
1 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
11 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
11 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
13 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved