Agenda BRICS Indonesia: Ini Alasan Kebijakan Prabowo Beda dengan Jokowi

Senin, 23 Desember 2024 - 20:52 WIB
loading...
Agenda BRICS Indonesia:...
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (31/7/2024) membahas rencana kerja sama yang lebih luas di masa depan. FOTO/Kremlin.RU
A A A
JAKARTA - Keputusan Indonesia untuk mengejar keanggotaan resmi BRICS menandakan bahwa kebijakan luar negeri Presiden Prabowo Subianto berbeda dengan Jokowi. Selama dua periode pemerintahan Jokowi, mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memimpin upaya-upaya untuk mengintegrasikan ekonomi Indonesia dengan lembaga-lembaga Barat dengan berupaya mendapatkan keanggotaan di OECD.

Karena BRICS merupakan alternatif dari organisasi-organisasi yang didominasi Barat, banyak pengamat yang mencermati dan mempertanyakan komitmen non-blok Indonesia. Namun, Menteri Luar Negeri Sugiono berargumen bahwa BRICS sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia 'bebas dan aktif' yang memungkinkan Indonesia untuk berkolaborasi secara luas tanpa harus terlalu dekat dengan satu blok.

"Bergabung dengan BRICS berarti membuka jalan untuk memajukan tujuan-tujuan pemerintah baru dalam hal ketahanan pangan, kemandirian energi, pengentasan kemiskinan, dan pengembangan sumber daya manusia," ujar Sugiono, dikutip dari The Conversation, Senin (23/12/2024).

Baca Juga: Indonesia Cs Menuju Keanggotaan Resmi BRICS, Apa yang Sebenarnya Dicari?

Blok ini menawarkan akses ke pendanaan, teknologi, dan peluang perdagangan untuk mengatasi tantangan-tantangan utama di sektor-sektor tersebut. BRICS, dengan penekanannya pada keadilan dan kerja sama mendukung visi Indonesia untuk masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Pergeseran dari fokus OECD ke pendekatan BRICS mencerminkan setidaknya dua visi.

Pertama, Indonesia berusaha untuk menilai kembali posisi strategisnya sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kedua, Indonesia berusaha untuk beralih dari sikap non-blok menjadi multi-blok. Hal ini akan membantu menavigasi kemitraan dengan negara maju dan negara berkembang, menyeimbangkan aliansi tradisional dengan peluang-peluang baru.

Bergabung dengan BRICS dapat memperkuat pengaruh Indonesia dalam hubungan yang sudah kuat dengan masing-masing negara anggota dan membuka peluang di luar kemitraan satu lawan satu.

Tekanan Regional
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Hasil Lawatan dari Prancis,...
Hasil Lawatan dari Prancis, Prabowo Bawa Oleh-oleh Kerja Sama Rp61,25 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Buka Suara! Soal...
Jokowi Buka Suara! Soal Kasus Laptop Nadiem: Semua Kebijakan dari Presiden
Rekomendasi
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Berita Terkini
Otto Media Grup Kolaborasi...
Otto Media Grup Kolaborasi Sadewi Essential Care, Perkuat Integrasi Brand-Rantai Pasok
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved