Koperasi Jaga Ketat Kualitas Produk Susu

Minggu, 24 Mei 2015 - 00:55 WIB
Koperasi Jaga Ketat...
Koperasi Jaga Ketat Kualitas Produk Susu
A A A
KLATEN - Koperasi menjadi tulang punggung perekonomian di sejumlah daerah pedesaan. Mereka telah menyadari pentingnya kualitas dan keamanan komoditas atau produk yang dihasilkan. Salah satunya dalam produksi susu.

Koperasi Unit Desa Pusat Pelayanan Petani (KUD Puspeta) di Dukuh Karangnongko, Desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko Klaten, Yogyakara sangat ketat dalam memproduksi, menampung dan mengolah susu segar.

"Dalam memproduksi susu segar, KUD Puspeta selalu mengutamakan kebersihan, jadi sekali lagi kami jelaskan KUD Puspeta sama sekali tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya dalam mengolah susu," ujar Humas KUD Puspeta, Sulistyo dalam keterangannya kepada Sindonews, Sabtu (23/5/2015)

Sulistyo menjelaskan, zat berbahaya yang diduga oleh aparat kepolisian di Klaten hanya digunakan untuk menjaga kebersihan area produksi di sekitar penampungan susu baik itu di area lantai, truk tangki susu, mobil bak terbuka, bahkan drum plastik.

"Jadi sama sekali bukan digunakan sebagai bahan campuran susu. Zat-zat itu hanya untuk menjaga kebersihan, kalau tempatnya enggak higienis, ya pasti susunya akan tercemar," katanya.

Sebagai koperasi yang mengumpulkan susu dari ratusan peternak susu KUD Puspeta adalah badan usaha yang dimiliki oleh seluruh masyarakat anggota Koperasi yang telah berdiri puluhan tahun di Dusun Karangnongko dan selama ini belum ada keanehan atau komplain dari manapun terkait kualitas susu.

Dia menyatakan, salah satu zat yang disita aparat adalah Metilene blue yang merupakan alat pengukur dan penguji kualitas susu segar. "Saya hanya ingin mengkonfirmasi bahwa Metilene blue merupakan zat yang dipakai untuk menguji kualitas susu untuk mengetahui kadar mikrobanya masuk dalam kategori aman. Zat-zat ini digunakan oleh semua industri kecil pengolahan susu untuk memastikan kualitas susu tetap terjaga," terang Sulis.

"Koperasi adalah amanat Undang-undang Dasar 1945. Jadi kami tidak bisa main-main dalam menjaga mutu produk susu karena akan sangat merugikan usaha kami. Jangankan menambahkan zat berbahaya, menambahkan air saja ke dalam susu akan ketahuan oleh pihak yang membeli produk kami dan pasti akan ditolak. Kalau sudah begitu, susunya pasti harus kami buang dan menjadi sia-sia," tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tranformasi Koperasi...
Tranformasi Koperasi untuk Generasi Muda
Anggota KSP Sejahtera...
Anggota KSP Sejahtera Bersama Minta Kemenkop Bantu Selesaikan Masalah
HUT ke-77 Harkopnas,...
HUT ke-77 Harkopnas, Momentum Persatuan Gerakan Koperasi
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
Masihkah Koperasi Dibutuhkan?
DDI Galbar Gagas Koperasi...
DDI Galbar Gagas Koperasi Berbasis Manajemen Madrasah
Transformasi Koperasi...
Transformasi Koperasi Digital 4.0 ala MMSI Fokus Sejahterakan Anggotanya
Berita Terkini
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
22 menit yang lalu
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
30 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Manfaat Susu untuk Sendi...
Manfaat Susu untuk Sendi dan Tulang yang Sering Diabaikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved