Indonesia Butuh Waktu Capai Swasembada Pangan

Senin, 25 Mei 2015 - 11:05 WIB
Indonesia Butuh Waktu...
Indonesia Butuh Waktu Capai Swasembada Pangan
A A A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan, Indonesia hingga saat ini masih butuh waktu untuk mencapai swasembada pangan, seperti yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina menuturkan, keinginan Indonesia untuk mencapai swasembada pangan tersebut lantaran melihat potensi pertanian Indonesia yang cukup besar.

Namun, melihat data yang ada terdapat beberapa komoditas yang masih belum mampu mencapai swasembada dalam waktu dekat. "Kalau dari data yang ada, ada beberapa yang kita bisa (capai swasembada) dan ada yang butuh waktu. Tentu dengan bantuan teknologi dan sumber daya," ucapnya di kawasan Cikini, Jakarta, Senin (25/5/2015).

Dia mencontohkan, kebutuhan Indonesia untuk komoditas kedelai sekitar 2,5 juta ton. Sementara produksinya pada tahun lalu baru mampu sekitar 856 ton, dan prediksi tahun ini baru mampu memproduksi 1,2 juta ton.

Artinya, Indonesia masih belum mampu mencukupi kebutuhan kedelai, dan masih membutuhkan impor sekitar 1,34 juta ton untuk tahun ini.

"Taksasi atau prediksi 2015 misalnya kedelai itu kebutuhan kita 2,5 juta ton. Tapi produksinya pada 2014 baru 856 ton, jadi kita masih butuh impor. Jadi ketahanan pangan untuk 2,5 juta ton terpaksa membutuhkan waktu. Berarti kita masih membutuhkan waktu untuk swasembada," imbuh dia.

Srie mengatakan, komoditas lain seperti jagung, minyak, gula, daging ayam, dan telur sejatinya Indonesia sudah mampu mencapai swasembada dengan tingkat produksi dan kebutuhan yang seimbang.

Contohnya, produksi gula di Indonesia dalam satu tahun mampu mencapai 2,87 juta ton, sementara kebutuhannya hanya 2,81 juta ton. Namun masalahnya, distribusi panen tidak pernah merata ke seluruh daerah.

"Contoh gula, itu kan dia akan masuk pasar setelah musim giling enam bulan. Dia didistribusikan satu tahun, tapi musim gilingnya enggak satu tahun. Jadi dia butuh stok," ‎pungkas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
8 PTS Terbaik Indonesia...
8 PTS Terbaik Indonesia Masuk THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved