Syarat Investasi RI Dapat Meningkat versi HSBC
Selasa, 26 Mei 2015 - 11:54 WIB
Syarat Investasi RI Dapat Meningkat versi HSBC
A
A
A
JAKARTA - HSBC Global Research menilai investasi di Indonesia dapat mengalami peningkatan dan memang masih berpotensi untuk meningkat, namun harus dibarengi dengan langkah pemerintah menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh daerah.
Managing Director & Co-head of Asian Economic Research HSBC‎ Frederic Neumann mengatakan, saat ini kualitas infrastruktur Indonesia masih rendah. Sebab itu, untuk mendukung peningkatan investasi di Indonesia, pemerintah perlu menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama di Indonesia.
"Dibandingkan dengan negara-negara lain, indeks kualitas infrastruktur di Indonesia masih berada di peringkat terendah kedua," katanya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (26/5/2015).
Menurutnya, negara seperti Singapura dan Korea Selatan (Korsel) saat ini masih menempati posisi tertinggi dari sisi kualitas infrastruktur. Bahkan, negara seperti Sri Langka, Malaysia, India, Thailand, dan Vietnam masih mengungguli Indonesia dalam bidang infrastruktur. "Sementara Filipina masih berada di bawah Indonesia," imbuh dia.
Frederic menambahkan, pembangunan infrastruktur juga menjadi variabel vital dalam mendorong peningkatan investasi, di tengah melambatnya laju pertumbuhan ekonomi dunia. "Pelemahan pertumbuhan ekonomi Tiongkok membawa pengaruh kuat terhadap melesunya pertumbuhan ekonomi di banyak negara kawasan Asia," pungkasnya.
Managing Director & Co-head of Asian Economic Research HSBC‎ Frederic Neumann mengatakan, saat ini kualitas infrastruktur Indonesia masih rendah. Sebab itu, untuk mendukung peningkatan investasi di Indonesia, pemerintah perlu menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas utama di Indonesia.
"Dibandingkan dengan negara-negara lain, indeks kualitas infrastruktur di Indonesia masih berada di peringkat terendah kedua," katanya di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (26/5/2015).
Menurutnya, negara seperti Singapura dan Korea Selatan (Korsel) saat ini masih menempati posisi tertinggi dari sisi kualitas infrastruktur. Bahkan, negara seperti Sri Langka, Malaysia, India, Thailand, dan Vietnam masih mengungguli Indonesia dalam bidang infrastruktur. "Sementara Filipina masih berada di bawah Indonesia," imbuh dia.
Frederic menambahkan, pembangunan infrastruktur juga menjadi variabel vital dalam mendorong peningkatan investasi, di tengah melambatnya laju pertumbuhan ekonomi dunia. "Pelemahan pertumbuhan ekonomi Tiongkok membawa pengaruh kuat terhadap melesunya pertumbuhan ekonomi di banyak negara kawasan Asia," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :