Lira Minta Dirjen Bea Cukai Bukan dari Penegak Hukum

Selasa, 26 Mei 2015 - 15:01 WIB
Lira Minta Dirjen Bea...
Lira Minta Dirjen Bea Cukai Bukan dari Penegak Hukum
A A A
JAKARTA - Lumbung Informasi Rakyat (Lira) berharap calon Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai yang tengah digodok Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bukan dari aparat penegak hukum guna menghindari semakin tingginya beberapa celah penyelundupan.

Presiden Lira Jusuf Rizal mengatakan, kelemahan Bea Cukai di lapangan banyak ditimbulkan dari oknum penegak hukum, khususnya di perairan, seperti oknum polair dan angkatan laut.

Atas penempatan posisi strategis terhadap anggota TNI-Polri dikhawatirkan justru akan memperlebar celah-celah kelemahan penyelundupan yang berimbas pada hilangnya pemasukan negara.

"Penempatan dari anggota (TNI-Polri) jangan sampai justru menimbulkan penyalahgunaan wewenang yang lebih tinggi. Penyelundupan justru banyak dilatarbelakangi oknum-oknum penegak hukum. itu perlu dilihat, kalau saya lebih cenderung Kemenkeu tetap memasukkan Dirjen Bea Cukai dari internal yang memililki visi kuat," katanya, Senin (25/5/2015).

Menurutnya, tidak semua anggota TNI maupun Polri memiliki perangai jelek, namun ketika masuk dalam sebuah sistem, langkah pencegahan dikhawatirkan akan sulit dilakukan lebih maksimal, karena banyaknya oknum bermain.

"Tidak semua aparat Bea Cukai itu jelek, tidak juga angkatan itu pasti jelek. Permasalahannya, ketika masuk sistem, apalagi di titik-titik penyelundupan aparat itu sering bermain. Kenapa? ini pola lama, budaya lama dan petinggi-petinggi (TNI-Polri) itu pasti tahu," beber Rizal.

"Siapapun penegak hukum di sana justru akan memuluskan praktik penyelundupan ke Indonesia. Lebih-lebih akan berlaku masayarakat ekonomi ASEAN (MEA)," imbuhnya.

Dia mengatakan, seharusnya pelibatan TNI-Polri dimaksimalkan pada pembentukan Satgas Pemberantasan Bea Cukai di bawah komando Kemenkopolhukam. Terlebih selama ini Bea Cukai memiliki sejumlah kendala, salah satunya keberadaan kapal patroli yang mencukupi, di mana TNI dan Polri memilikinya.

Dari ketiga nama anggota TNI-Polri tersebut, hanya nama Meris yang akhirnya masuk dalam nama peserta lelang jabatan Dirjen BC seperti yang diumumkan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo selaku Ketua Panitia Seleksi melalui laman kementerian.

Satu nama lain yang tugasnya berkaitan dengan Polri muncul dalam daftar nama ini yaitu Syafri Adnan Baharuddin yang merupakan Analis Kebijakan Utama Bidang Keamanan, Staf Ahli Kapolri.

Sementara, sembilan nama lain masing-masing adalah Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta, sebelumnya menjabat Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai DJBC, Hendra Prasmono (Kepala kanwil DJBC Maluku, Papua dan Papua Barat), Heru Pambudi (Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai DJBC), Iyan Rubiyanto (Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara).

Selain itu, Kushari Suprianto (Sekretaris DJBC), Marisi Zainuddin Sihotang (Kepala Kantor DJBC Jawa Barat), Muhammad Sigit (Direktur Audit DJBC), Rahmat Subagio (Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I) dan Susiwijono Mugiharso (Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi).
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Resmi Menaikkan...
Pemerintah Resmi Menaikkan Cukai Rokok 10 Persen untuk Tahun Depan
DJBC Sulawesi Bagian...
DJBC Sulawesi Bagian Selatan Ikut Meriahkan Hari Bea Cukai ke-75
Cukai Naik, Kemenkeu...
Cukai Naik, Kemenkeu Prediksi Produksi Rokok Turun 3,3 Persen
Gaji dan Tunjangan Pegawai...
Gaji dan Tunjangan Pegawai Bea Cukai Berbagai Golongan, Ada Sampai Puluhan Juta Sebulan
Sebut Netizen Babu dan...
Sebut Netizen Babu dan Bacot, Pegawai Bea Cukai Ini Kena Sanksi
Pelayanan Bea dan Cukai...
Pelayanan Bea dan Cukai Dipastikan Tetap Lancar Meski Gunakan Sistem Manual
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
51 menit yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
1 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
2 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
12 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
12 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
13 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved