Rupiah Dibuka Melempem Tertekan Menguatnya USD
Rabu, 27 Mei 2015 - 10:13 WIB
Rupiah Dibuka Melempem Tertekan Menguatnya USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah melempem tertekan menguatnya dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini seiring melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Berdasarkan data Bloomberg mencatat mata uang domestik pada level Rp13.230/USD. Posisi rupiah melemah 10 poin dibanding kemarin di level Rp13.220/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.229/USD. Posisi ini memburuk 37 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.192/USD.
Sementara nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance juga berada pada level Rp13.217/USD. Posisi ini menguat 3 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.220/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.216/USD, terapresiasi 10 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.226/USD.
Melemahnya rupiah karena menguatnya USD pada Rabu pagi setelah reli ke posisi tertinggi delapan tahun terhadap yen didukung optimistisnya data AS, sehingga mendukung penaikan suku bunga AS tahun ini.
Dikutip dari Reuters, USD terhadap yen naik ke 123,33, level tertinggi sejak pertengahan 2007. Sedangkan USD terhadap euro juga meningkat. Indeks USD melonjak 1,3%, kenaikan terbesar satu hari dalam hampir dua tahun.
Mata uang komoditas juga melemah terhadap USD, dengan dolar Australia jatuh ke level terendah satu bulan menjadi 0,7727 dan dolar Selandia Baru tergelincir ke posisi terendah dalam lebih dari dua bulan ke 0,7222.
Adapun IHSG pagi ini dibuka tergelincir ke zona merah terseret melemahnya Wall Street semalam. IHSG berkurang 21 poin atau 0,39% ke level 5.299,92.
Berdasarkan data Bloomberg mencatat mata uang domestik pada level Rp13.230/USD. Posisi rupiah melemah 10 poin dibanding kemarin di level Rp13.220/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.229/USD. Posisi ini memburuk 37 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp13.192/USD.
Sementara nilai tukar rupiah berdasarkan data Yahoofinance juga berada pada level Rp13.217/USD. Posisi ini menguat 3 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.220/USD.
Posisi rupiah berdasarkan data Sindonews bersumber dari Limas berada di level Rp13.216/USD, terapresiasi 10 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp13.226/USD.
Melemahnya rupiah karena menguatnya USD pada Rabu pagi setelah reli ke posisi tertinggi delapan tahun terhadap yen didukung optimistisnya data AS, sehingga mendukung penaikan suku bunga AS tahun ini.
Dikutip dari Reuters, USD terhadap yen naik ke 123,33, level tertinggi sejak pertengahan 2007. Sedangkan USD terhadap euro juga meningkat. Indeks USD melonjak 1,3%, kenaikan terbesar satu hari dalam hampir dua tahun.
Mata uang komoditas juga melemah terhadap USD, dengan dolar Australia jatuh ke level terendah satu bulan menjadi 0,7727 dan dolar Selandia Baru tergelincir ke posisi terendah dalam lebih dari dua bulan ke 0,7222.
Adapun IHSG pagi ini dibuka tergelincir ke zona merah terseret melemahnya Wall Street semalam. IHSG berkurang 21 poin atau 0,39% ke level 5.299,92.
(rna)