Pengusaha Papua Curhat Susahnya Merangkul Freeport

Rabu, 27 Mei 2015 - 17:53 WIB
Pengusaha Papua Curhat...
Pengusaha Papua Curhat Susahnya Merangkul Freeport
A A A
JAKARTA - Pengusaha asal Papua curhat soal susahnya pengusaha daerah untuk masuk dan bermitra dengan PT Freeport Indonesia. Puluhan tahun perusahaan tambang kelas kakap tersebut mengeruk tanah di Papua, namun tidak merangkul pengusaha lokal.

Direktur Utama PT Urampi Indah Pratama Radya Allberdto Wanggai ‎mengatakan, usahanya untuk masuk dan bermitra dengan perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) ini tidak pernah tembus. Padahal, sejak 1999 perusahaannya mengajukan diri untuk bermitra dengan Freeport.

"Pengusaha lokal belum pernah tembus (bermitra dengan Freeport). Saya berapa kali masuk Freeport dari 1999 sampai sekarang tidak bisa," ucapnya di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Dia mengistilahkan Freeport seperti rantai mata emas yang sulit ditembus. Bahkan, orang tuanya yang mantan Kadin Kabupaten Timika pun tidak meloloskan usahanya untuk masuk di Freeport.

"‎Saya juga mantan Kadin Kabupaten Jayapura, saya coba masuk Freeport pada 1999 sampai sekarang tidak bisa," imbuhnya.

Allberdto menambahkan, Freeport selalu memberikan alasan bahwa perusahaan yang bermitra dengannya harus memiliki kemampuan (skill) dan peralatan yang mumpuni. Padahal, perusahaannya telah memiliki alat berat dan kemampuan yang mumpuni.

"Meskipun ada Vice President orang Papua, tapi itu sudah ada sindikat. Dia tidak ada perjuangan (untuk meloloskan bermitra dengan pengusaha lokal)," jelasnya.

‎"Harapan kami Freeport sebagai bapak angkat harus membina menjadi sub kontraktor, karena hasil yang mereka kelola adalah tambang hasil orang Papua, milik orang Papua," tandas dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
Kepala BPS Ungkap Progres...
Kepala BPS Ungkap Progres Sensus Ekonomi 2026 DKI Jakarta: Capai 45,17%
5 menit yang lalu
IHSG Cetak Rebound,...
IHSG Cetak Rebound, Kembali Lagi ke Level 6.000 usai Pengumuman S&P Global Ratings
46 menit yang lalu
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
1 jam yang lalu
Rupiah Ambruk Diterpa...
Rupiah Ambruk Diterpa Mega Korupsi hingga Konflik AS-Iran, Hari ini Tembus Rp18.109 per USD
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Nasabah Wujudkan Cinta Lewat Mahar Saham
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Indices...
S&P Dow Jones Indices Ancam Turunkan Status Pasar Saham RI, OJK Sebut Efek Arus Modal Keluar Kecil
2 jam yang lalu
Infografis
Menkum Usulkan Amnesti...
Menkum Usulkan Amnesti 44.000 Napi Kasus ITE hingga Terkait Papua
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved