Inflasi Mei Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir

Senin, 01 Juni 2015 - 11:44 WIB
Inflasi Mei Tertinggi...
Inflasi Mei Tertinggi dalam Lima Tahun Terakhir
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada bulan Mei 2015 tertinggi dalam lima tahun terakhir. Inflasi bulan lalu berada di angka 0,5%, naik 0,14% jika dibandingkan inflasi bulan April 2015 sebesar 0,36%.

Sementara inflasi tahun kalender sebesar 0,42% dan inflasi tahunan (yoy) sebesar 7,15%. Sedangkan inflasi komponen inti sebesar 0,23%, inflasi inti tahun ke tahun 5,04%.

"Inflasi (Mei) dalam lima tahun terakhir, yang tertinggi," kata Kepala BPS Suryamin di Gedung BPS Jakarta, Senin (1/6/2015).

Dari 82 kota indeks harga konsumen (IHK) sebanyak 81 kota di Indonesia mengalami inflasi dan satu kota deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palu Sulawesi Tengah dengan angka 2,24%.

Palu, kata Suryamin, sedang mengalami kenaikan harga-harga bahan makanan pokok, seperti ikan laut, cabai merah dan cabai rawit.

"Sedangkan untuk yang terendah di kota Singkawang sebesar 0,03%, dan kota yang terjadi deflasi adalah di Pangkal Pinang, tercatat 0,51%," imbuh dia.

Meski banyak kota yang mengalami inflasi, namun Suryamin memuji pengendalian inflasi di setiap daerah. Pasalnya, sebanyak 45 kota, inflasinya di bawah 0,5%.

"Dari 82 kota IHK, ada sekitar 45 kota inflasinya di bawah 0,5%. Sebanyak 17 kota malah di bawah 0,3%. Artinya, pengendalian inflasi di seluruh daerah kota IHK terlihat cukup bagus," ujarnya.

Dari kelompok pengeluaran yang menyebabkan inflasi 0,5%, Suryamin mengatakan, tertinggi terjadi di bahan makanan sebesar 1,39% dengan andil 0,28%.

"Selain itu, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,5% dengan andil 0,08%. Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar menyumbang 0,20% dengan andil 0,05%. Untuk sandang sebesar 0,23% dengan andil 0,02%," katanya.

Inflasi 0,5% sedikit meleset dari perkiraan pengamat ekonomi yang mengatakan inflasi Mei 2015 diprediksi akan tercatat sebesar 0,4%.

"Kalau prediksi inflasi masih tetap tinggi di kisaran 0,4 % untuk Mei 2015, asih terus naik karena harga-harga masih belum bisa kita kendalikan," ujar ekonom Raden Pardede kepada Sindonews.

Raden mengatakan, harga-harga yang belum bisa dikendalikan utamanya dari harga makanan dan komoditas adalah penyumbang besar inflasi. Selain itu, Raden juga menambahkan, harga barang impor juga akan terus naik karena rupiah melemah. Jadi inflasi diperkirakan akan lebih tinggi dari April 2015.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
22 menit yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
52 menit yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
2 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
12 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
12 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
12 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved