Pengamat Nilai APBNP 2015 Tidak Realistis
Kamis, 04 Juni 2015 - 06:10 WIB
Pengamat Nilai APBNP 2015 Tidak Realistis
A
A
A
JAKARTA - Pengamat Energi Salamudin Daeng menilai penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp1.984,1 triliun tidak realistis. Apalagi dibarengi rendahnya harga minyak dunia USD60/barel.
"Sehingga yang terjadi adalah penerimaan negara tidak sebanding dengan pengeluaran untuk cost recovery," ujarnya, di Jakarta, Rabu (3/6/2015).
Menurut Salamudin, penetapan anggaran cost recovery mencurigakan karena tidak berbanding lurus dengan peningkatan produksi minyak nasional (lifting). "Ini kenapa penetapan cost recovery besar sekali, tapi tidak sesuai dengan target capaian produksi," ungkapnya.
Dia meminta anggaran yang telah dikeluarkan untuk cost recovery sebanding dengan capaian produksi migas yang telah ditetapkan di dalam APBNP. Di samping itu, lanjut Daeng, pemerintah diminta membedah tata kelola migas di sektor hulu.
"Rekomendasi tim belum selesai semua, walaupun sebenarnya rekomendasi bukan patokan karena tidak mempunyai legalitas. Tapi, dari hulu harus diperbaiki," tandasnya.
"Sehingga yang terjadi adalah penerimaan negara tidak sebanding dengan pengeluaran untuk cost recovery," ujarnya, di Jakarta, Rabu (3/6/2015).
Menurut Salamudin, penetapan anggaran cost recovery mencurigakan karena tidak berbanding lurus dengan peningkatan produksi minyak nasional (lifting). "Ini kenapa penetapan cost recovery besar sekali, tapi tidak sesuai dengan target capaian produksi," ungkapnya.
Dia meminta anggaran yang telah dikeluarkan untuk cost recovery sebanding dengan capaian produksi migas yang telah ditetapkan di dalam APBNP. Di samping itu, lanjut Daeng, pemerintah diminta membedah tata kelola migas di sektor hulu.
"Rekomendasi tim belum selesai semua, walaupun sebenarnya rekomendasi bukan patokan karena tidak mempunyai legalitas. Tapi, dari hulu harus diperbaiki," tandasnya.
(dmd)
Lihat Juga :