IATA Bidik Pendapatan USD30 Juta

Kamis, 04 Juni 2015 - 11:04 WIB
IATA Bidik Pendapatan...
IATA Bidik Pendapatan USD30 Juta
A A A
JAKARTA - PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA) sepanjang 2015 membidik pendapatan sebesar USD30 juta, naik 23,28% dibandingkan perolehan perseroan hingga akhir tahun lalu sebesar USD23,57 juta.

Wakil Presiden Direktur Indonesia Transport & Infrastructure Wishnu Handoyono mengatakan, perseroan akan terus memperkuat sektor bisnisnya guna meningkatkan kinerja pada tahun ini. IATA pun menyiapkan beberapa strategi dengan penguatan bisnis penyewaan pesawat melalui tender-tender yang diadakan perusahaan migas, penambahan armada jet pribadi, dan mengoptimalkan armada yang dimiliki dengan pengelolaan yang baik.

”Kami optimistis terus meningkatkan kinerja di tahun 2015 melalui berbagai upaya strategis di sektor penerbangan dan pengelolaan pelabuhan batu bara. Target pertumbuhan revenue estimasi tahun ini USD30 juta,” kata Wishnu dalam paparan publik perseroan di Jakarta kemarin.

Sebagai catatan, sepanjang tahun lalu perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar USD23,57 juta, dengan jumlah aktiva sebesar USD127,13 juta, dan jumlah ekuitas sebesar USD67,25 juta. Demi menekan efisiensi, perseroan berencana menjual pesawat nonproduktif. ”Hal ini sebagai langkah regenerasi bagi usia pesawat yang telah lanjut. Kita terus jajaki potential buyer ,” jelas dia.

Pada tahun buku 2014 Indonesia Air memiliki 11 pesawat terdiri atas satu unit Embraer Legacy 600, dua unit ATR42-500, satu unit ATR42- 300, dua unit Fokker-50, empat unit Airbus Helicopters EC155- B1, dan satu unit Airbus Helicopters AS365 Dauphin N2. ”Ke depan kami akan meningkatkan promosi private jet business , sedangkan rencana penambahan private jet masih dalam wacana, kita perhitungkan aspek komersialnya dan manajemen belum mengambil keputusan,” tandasnya.

Basis operasi Indonesia Air terdapat di empat kota besar yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan International Airport, Balikpapan, Kalimantan Timur (standby charter); Sorowako, Sulawesi Selatan, kontrak dengan PT Vale Indonesia Tbk; Halim Perdanakusuma International Airport, Jakarta (standby charter ); Denpasar, Bali, kontrak dengan Kangean Energy Indonesia Ltd.

Selain sektor penerbangan, menurut Wishnu, IATA membidik peningkatan kontribusi dari sektor pengelolaan pelabuhan batu bara. Pada tahun ini, melalui PT MNC Infrastruktur Utama, perseroan telah berhasil membangun Barges Loading Conveyor (BLC) di Palaran, Kalimantan Timur, dengan kapasitas 1.000 metrik ton per jam, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi tambahan yang cukup signifikan bagi perusahaan.

”Dari terminal coal kami targetkan memberikan kontribusi sebesar 25-30% atau sekitar USD6-7 juta dari konsolidasi revenue hingga akhir tahun ini sebesar USD30 juta,” imbuhnya.

Sementara, Direktur Operasional Indonesia Transport & Infrastructure Andre Frelly Ering menambahkan, perseroan akan menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang lainnya untuk meningkatkan kapasitas volume jasa pelabuhan. IATA juga akan memaksimalkan kapasitas produksi yang dimiliki dengan dilakukan pendekatan atas potensi konsumen. Saat ini PT MNC Infrastruktur Utama memiliki dua basis pelabuhan batu bara yakni di Palaran, Kalimantan Timur, dan Mangsang, Sumatera Selatan.

Pada tahun 2014 kapasitas PT MNC Infrastruktur Utama sebesar 80.000 metrik ton per bulan di Kalimantan Timur, sedangkan di Sumatera Selatan sebesar 50.000 metrik ton per bulan. Diharapkan pada tahun ini, kapasitas pelabuhan PT MNC Infrastruktur Utama naik menjadi 250.000 metrik ton per bulan di Kalimantan Timur. Sedangkan, di Sumatera Selatan masih tetap 50.000 metrik ton per bulan.

Heru febrianto
(ftr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BCA Kolaborasi Jurnalis...
BCA Kolaborasi Jurnalis Ekobis Makassar Kirim Bantuan ke Sulbar
Berita Terkini
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
13 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
19 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
34 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
37 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Resign: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
40 menit yang lalu
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
41 menit yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved