Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Baru Rp5 T

Kamis, 04 Juni 2015 - 13:59 WIB
Anak Usaha ABM Investama...
Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Baru Rp5 T
A A A
JAKARTA - PT Cipta Kridatama (CK), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) mengungkapkan, bahwa perusahaan kembali berhasil meraih kontrak baru jasa pertambangan batu bara senilai USD396 juta atau sekitar RpRp5,14 triliun (kurs (Rp13.000/USD).

Hal tersebut hasil dari kerjasama CK dengan PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN), anak perusahaan PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA) yang akan berlaku selama lima tahun hingga 2020.

Penandatanganan kontrak kerja sama kedua perusahaan telah dilakukan oleh Presiden Direktur Cipta Kridatama Irfan Setiaputra dan Direktur Utama Adimitra Baratama Nusantara Hamid Awaludin.

Irfan mengatakan, CK optimis kontrak-kontrak baru yang telah diperoleh akan mampu menjaga bisnis perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang.

"Kami percaya bahwa potensi bisnis batu bara nasional masih sangat positif. Kontrak jangka panjang dengan ABN sangat penting bagi CK untuk menjamin pertumbuhan dan memperkuat fundamental bisnis perusahaan di masa yang akan datang," jelas dia dalam rilisnya, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Sesuai kesepakatan, CK akan memberikan layanan jasa pertambangan seperti pengupasan lahan (overbourden removal) dan penyewaan alat berat di lokasi tambang ABN di wilayah Sanga-Sanga, Kalimantan Timur. Selama periode kontrak, CK ditargetkan mampu melakukan produksi pengupasan lapisan pucuk tanah dan penutup tanah sebanyak 263 juta bcm.

Kontrak baru CK dengan ABN ini akan semakin memperkuat portopolio bisnis perusahaan di sektor jasa pertambangan. Sebelumnya, CK telah mengantongi kontrak baru jasa pertambangan batu bara sekitar USD58,8 juta dari PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP).

Di luar bisnis batu bara, CK juga berhasil meraih kontrak jasa pertambangan bijih besi senilai USD187 juta dari PT Adidaya Tangguh, salah satu perusahaan Salim Group.

Sementara, Hamid Awaludin menyatakan, perusahaannya percaya bahwa CK sebagai pemain utama di bisnis jasa pertambangan batu bara nasional, akan mampu memenuhi target produksi yang telah ditetapkan.

"Karena itu ABN berkeyakinan bahwa kerja sama dengan CK dapat meningkatkan value perusahaan melalui produksi batu bara yang optimal," katanya.

Direktur Strategis ABM Investama Yovie Priadi menjelaskan, kontrak jangka panjang dari ABN bukti eksistensi CK sebagai kontraktor pertambangan yang didukung fundamental kuat.

"Kami sangat bersyukur bahwa kepercayaan pelaku usaha tambang terhadap CK sangat kuat. Ini menunjukkan standar layanan dan kinerja CK mampu memberikan nilai tambah yang optimal bagi para partner bisnis kami," pungkasnya Yovie.

Baca berita terkait ABM Investama
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ABM Investama Perkuat...
ABM Investama Perkuat Pembangunan Berkelanjutan
Anak Usaha ABM Investama...
Anak Usaha ABM Investama Raih Kontrak Jasa Logistik dari Vale
Kementerian ESDM Beri...
Kementerian ESDM Beri Penghargaan ABM Investama Good Mining Practice
Praktikkan Kaidah Pertambangan...
Praktikkan Kaidah Pertambangan yang Baik, Grup ABM Raih Aditama
ABM Investama Kantongi...
ABM Investama Kantongi Kontrak Rp1,65 Triliun, Buat Apa?
Ekspor Batu Bara Diyakini...
Ekspor Batu Bara Diyakini Masih Akan Tumbuh Positif
Berita Terkini
Bandara Husein Sastranegara...
Bandara Husein Sastranegara Dibuka Lagi, Bagaimana Nasib Kertajati?
38 menit yang lalu
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
2 jam yang lalu
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
11 jam yang lalu
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
11 jam yang lalu
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
13 jam yang lalu
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
13 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved