Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Diprediksi Stagnan

Kamis, 04 Juni 2015 - 23:36 WIB
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Diprediksi Stagnan
A A A
SEMARANG - Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua tidak akan jauh berbeda dengan kuartal pertama. Hal tersebut karena harga komoditas di pasar internasional belum mengalami kenaikan.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, biasanya pada kuartal II aktivitas ekonomi ada peningkatan. Tetapi, harga komoditas sampai sekarang belum ada kenaikan. Sehingga, kalaupun ada peningkatan tidak akan signifikan.

“Kita melihat aktivitas ekonomi masih relatif stagnan,” ujarnya, usai menjadi pembicara dalam Forum Ekonomi dan Bisnis di Kantor BI Wilayah V Jateng dan DIY, Kamis (4/6/2015).

Sebab itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, BI mendorong daerah penghasil komoditas batu bara, karet, dan kelapa sawit melakukan diversifikasi untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

“Hal tersebut dikarenakan tren harga komoditi saat ini sedang mengalami penurunan dratis, sehingga mempengaruhi nilai ekspor secara nasional,” imbuh Mirza.

Dia mengatakan, bisa saja daerah yang selama ini mengandalkan komoditi pertambangan dan pertanian beralih ke sektor manufaktur dan jasa. Namun, diperlukan dukungan dari pemerintah, berupa pembangunan infrastruktur yang memadai.

“Jadi program pemerintah yang mendorong infrastruktur jalan, listrik dan pelabuhan sudah tepat. Tinggal sekarang bagaimana memercepat proses tender, mempercepat pencairan anggaran sehingga proyek infrastruktur bisa jalan,” ungkapnya

Menurut Mirza, perlambatan pertumbuhan ekonomi di kuartal I 2015 banyak dipengaruhi penurunan harga komoditas. Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) daerah, seperti Kalimantan dan Sumatera yang mengandalkan komoditi tercatat mengalami pertumbuhan negatif.

Hal itu berbeda dengan daerah-daerah di Pulau Jawa yang masih bisa tumbuh 5% atau 6 %. Beberapa provinsi di Sumatera dan Kalimantan justru mengalami pertumbuhan negatif,” terangnya.

Di tempat terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi mengakui gejolak ekonomi yang terjadi di Indonesia pada kuartal I sangat berpengaruh terhadap dunia usaha. “Kondisi USD yang tidak stabil menjadi salah satu faktornya,” ungkapnya.

Apindo sendiri memprediksi, pada kuartal II kondisi dunia usaha juga tidak akan tumbuh baik, karena kondisi ekonomi yang belum stabil. “Kuartal II kondisi tidak akan jauh berbeda, kalau kondisi kita masih seperti ini terus,” tandas Frans.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
IMF: Pertumbuhan Ekonomi...
IMF: Pertumbuhan Ekonomi dan PDB RI Tembus Rp22,729 Triliun
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
8 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,12% di Kuartal II 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved