IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi AS Jadi 2,5%

Jum'at, 05 Juni 2015 - 11:05 WIB
IMF Pangkas Proyeksi...
IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi AS Jadi 2,5%
A A A
WASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi 2,5% pada tahun ini dari prediksi April sebesar 3,1%.

Dikutip dari Xinhua, Ketua IMF Christine Lagarde mengatakan bahwa prediksi itu direvisi sebagian besar karena melemahnya kinerja ekonomi AS kuartal I/2015.

Ekonomi AS menyusut 0,7% pada tiga bulan pertama tahun ini dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, menandai kontraksi kuartalan setelah krisis keuangan berakhir pada pertengahan 2009.

Kontraksi ini sebagian karena cuaca dingin yang ekstrim, perselisihan perburuhan di Pelabuhan Pantai Barat, perlambatan investasi industri energi dan efek dari menguatnya dolar AS (USD).

IMF menyatakan bahwa perkembangan saat ini hanya bersifat sementara dan akan bertumbuh. Karena itu, IMF menyarankan Federal Reserve (The Fed) menunda menaikkan suku bunga kali pertama hingga paruh pertama 2016 sampai adatanda-tanda yang lebih besar dari pertumbuhan inflasi.

Gubernur The Fed Janet Yellen mengatakan pada akhir Mei lalu bahwa bank sentral sedang mempersiapkan diri menaikkan suku bunga kali pertama pada tahun ini.

Sementara investor melihat bahwa September atau lebih lama dari itu merupakan waktu paling mungkin untuk menaikan suku bunga Fed. Bank sentral telah mempertahankan suku mendekati nol sejak Desember 2008.

Menurut Lagarde, tingkat inflasi di AS sekarang tidak menjamin kenaikan suku bunga tanpa risiko dalam beberapa bulan ke depan. Berdasarkan penilaian tersebut, IMF percaya ekonomi AS akan lebih baik dengan kenaikan suku bunga pada awal 2016.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), sebagai indikator tingkat inflasi oleh Fed, meningkat 0,1% dari tahun ke tahun. Sedangkan indeks harga PCE, tidak termasuk makanan dan energi meningkat 1,2% dalam 12 bulan pada April.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Joe Biden Bicara Tentang...
Joe Biden Bicara Tentang Ekonomi AS
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Berita Terkini
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
47 menit yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
10 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
10 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
11 jam yang lalu
Bukti Transparansi,...
Bukti Transparansi, Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
11 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
12 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved