Ini Strategi Kalbe Hadapi Depresiasi Rupiah

Jum'at, 05 Juni 2015 - 18:32 WIB
Ini Strategi Kalbe Hadapi...
Ini Strategi Kalbe Hadapi Depresiasi Rupiah
A A A
JAKARTA - PT Kalbe Farma, sebagai salah satu perusahaan farmasi terbesar di Tanah Air, memiliki strategi dalam menghadapi depresiasi rupiah yang melanda perekonomian Indonesia. Terlebih, bahan baku farmasi perusahaan sebagian besar berasal impor.

Direktur Keuangan Kalbe Farma, Vidjongtius mengatakan, costing perusahaannya bisa naik mencapai 3,5%. "Tergantung depresiasi rupiahnya. Kalau lihat simulasi, biasanya belajar dari kalkulasi costing kita itu sekitar 10% depresiasi rupiah, cost naik 3,5%," ujar Vidjongtius di Gedung MNC Tower Jakarta, (5/6/2015)

Dia mengatakan, kondisi ini akan berpengaruh ke harga produk. Harga produk akan mengalami kenaikan. "Bisa (harga naik) karena ini tergantung beberapa aspek. Karena kalau mau ambil gampangnya adalah pasti kenaikan harga. Tapi, kalau di pasar kan naik harga itu enggak terlalu gampang juga. Karena ada persaingan, daya beli, itu diperhitungkan juga," jelasnya.

Selain itu, perusahaan harus melakukan efisiensi internal, supaya cost 3,5% itu bisa lebih rendah lagi atau melakukan kombinasi beberapa produk.

"Jadi, harus dikombinasi dengan beberapa strategi. Enggak hanya naik harga. Karena kalau naik harga saja, kalau daya beli turun dan persaingan ketat, itu malah bisa drop. Jadi harus diperhitungkan," tandasnya.

Hingga saat ini, pihak Kalbe sudah menaikkan harga beberapa produk besar di pasar berkisar antara 3-5%.

"Secara selektif, untuk produk-produk yang kuat dan pangsa pasarnya besar, lebih berani untuk naik harga. Tapi untuk yang baru masih kecil, kita tahan. Jadi kita seleksi, kita pilih yang benar-benar mark leader, baru naik harga," pungkasnya.

Baca: Rupiah Dibuka Capai Level Terendah Sejak 1998
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gelar RUPST, Kalbe Farma...
Gelar RUPST, Kalbe Farma Bagikan Dividen Rp937,5 Miliar
Kalbe Bangun Kemitraan...
Kalbe Bangun Kemitraan dengan Pemerintah dalam Pengembangan Teknologi Stem Cell
Kalbe Terima Fasilitas...
Kalbe Terima Fasilitas Pinjaman Rp1 Triliun dari BNI
Fundraising Karyawan...
Fundraising Karyawan Kalbe Senilai Rp251 Juta Bantu Pengobatan Gratis
Kalbe Perkuat Hilirisasi...
Kalbe Perkuat Hilirisasi Riset Lewat RKSA 2025
Kimia Farma-Kalbe Farma...
Kimia Farma-Kalbe Farma Teken Mou di Bidang Layanan Kesehatan
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
26 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
55 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved