Ekonomi Jepang Kuartal I Direvisi Naik Tajam

Senin, 08 Juni 2015 - 10:45 WIB
Ekonomi Jepang Kuartal...
Ekonomi Jepang Kuartal I Direvisi Naik Tajam
A A A
TOKYO - Pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Jepang direvisi naik tajam pada kuartal I tahun ini menjadi 3,9% dibanding proyeksi dan kuartal sebelumnya.

PDB Jepang sebelumnya diproyeksi naik 2,4%. Sedangkan kuartal IV tahun ini tercatat sebesar 1,5%. Secara kuartalan, ekonomi Jepang tumbuh 1%, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya sebesar 0,6%, dan naik dari tiga bulan sebelumnya sebesar 0,4%.

Revisi ini mencerminkan meningkatnya belanja modal, yang naik 2,7% pada kuartal I, jauh lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 0,4%.

"Secara keseluruhan, laporan GDP cukup solid. Anda melihat kekuatan dalam belanja modal, konsumsi swasta dan investasi perumahan sebagai tanda-tanda positif bahwa pemulihan berada di jalurnya," kata ekonom HSBC di Jepang Izumi Devalier seperti dilansir dari CNBC, Senin (8/6/2015).

Sentimen positif datang dari komentar juru bicara pemerintah Yasuhisa Kawamura pada akhir di sela-sela pertemuan puncak Kelompok Tujuh (G7) pekan lalu. Dia mengatakan bahwa ekonomi telah kembali ke orbit pertumbuhan.

Data lain pada Senin menunjukkan neraca transaksi berjalan pada April sebesar 1,3 triliun yen atau setara 10,55 miliar, selama 10 bulan berturut-turut mengalami surplus tetapi lebih rendah dari perkiraan Reuters sebesar 1,7 triliun yen.

Nilai tukar yang melemah telah meningkatkan pendapatan investasi luar negeri, di mana yen menyentuh level terendah lebih dari 12 tahun terhadap USD pada pekan lalu.

Kendati demikian, data kepercayaan konsumen dan pesanan mesin pada akhir pekan ini akan memberikan data jelas mengenai ekonomi. Menurut Reuters, pesanan mesin diperkirakan telah turun 2% pada bulan April, menyusul kenaikan 2,9% pada bulan Maret.

Ekonom Jepang di Capital Economics Marcel Thieliant memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Jepang akan melambat pada kuartal II.

Menurut dia, indikator ekonomi April, seperti pengeluaran rumah tangga khususnya menunjukkan bahwa permintaan konsumen tetap goyah. Pengeluaran rumah tangga turun 4,6% pada April dari tahun lalu, penurunan tahunan tercepat sejak Maret 2011,
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
7 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
8 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved