Surplus Perdagangan China di Mei Dekati Rekor

Senin, 08 Juni 2015 - 11:43 WIB
Surplus Perdagangan...
Surplus Perdagangan China di Mei Dekati Rekor
A A A
BEIJING - Ekspor China turun dari perkiraan menjadi 2,5% pada Mei dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara impor anjlok 17,9%, sehingga surplus perdagangan bulanan sebesar 366,8 miliar yuan atau setara USD59,4 miliar.

Surplus perdagangan tersebut mendekati rekor sebesar USD60,5 miliar pada bulan Februari, ketika terdistorsi oleh momentum Tahun Baru China.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan, ekspor Mei turun 5,0% dari tahun sebelumnya, setelah secara mengejutkan anjlok 6,4% pada bulan April, dan diperkirakan impor akan turun 10,7%, dibandingkan April sebesar 16,2%.

Meskipun data ekspor lebih baik dari perkiraan, namun data impor kemungkinan akan memicu kekhawatiran terhadap permintaan domestik.

Ekonom JPMorgan Zhu Haibin mengatakan bahwa impor tetap lemah dari yang diharapkan, sehingga mengancam target pertumbuhan perdagangan pemerintah sebesar 6% pada tahun ini.

"Bahkan dengan pertumbuhan ekspor, cukup menantang untuk memenuhi target 6%," kata Zhu seperti dilansir dari CNBC, Senin (8/6/2015).

Itu merupakan data China pertama yang membingungkan pekan ini, jelang data inflasi pada hari Selasa, dan penjualan retail, produksi industri, dan investasi aset tetap pada Kamis mendatang.

"Pekan besar untuk rilis data China, yang akan memberikan panduan lebih lanjut tentang laju aktivitas ekonomi," tulis National Australia Bank (NAB) dalam sebuah catatannya.

Langkah-langkah pelonggaran moneter baru dari Bank Rakyat China (PBOC) telah meningkatkan sentimen dalam beberapa bulan terakhir, mendorong Shanghai Composite ke level tertinggi tujuh tahun pada Jumat lalu.

Sementara PBOC pada Mei menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5,1%, pemangkasan ketiga dalam waktu enam bulan. Tapi stimulus belum memberi dampak pada perekonomian di tengah variatifnya data ekonomi baru-baru ini.

Ekspor dan impor China jatuh pada bulan April. Ekspor turun 6,4% dari periode tahun lalu, lebih buruk dari perkiraan Reuters sebesar 2,4% dan setelah terjun 15% pada Maret.
Sedangkan, impor menukik 16,2% dari proyeksi merosot 12% dan setelah jatuh 12,7% pada Maret.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) resmi China naik ke rekor selama enam bulan menjadi 50,2 pada Mei, namun survei HSBC menunjukkan aktivitas mengalami kontraksi selama tiga bulan berturut-turut.

Sementara itu, Reuters memperkirakan bahwa produk domestik bruto (PDB) tahun ini akan melambat menjadi 7%, dari tahun sebelumnya sebesar 7,4%.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
22 menit yang lalu
Trump Raih Cuan Jumbo...
Trump Raih Cuan Jumbo dari Kripto, Mayoritas Dialihkan ke Saham dan Obligasi
1 jam yang lalu
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
11 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
12 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
12 jam yang lalu
Bukti Transparansi,...
Bukti Transparansi, Pertamina Jadi Wajib Pajak Pertama di Indonesia Terapkan Integrasi Data Perpajakan Bersama DJP
12 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved