USD Melemah, Harga Minyak Dunia Rebound
Selasa, 09 Juni 2015 - 09:58 WIB
USD Melemah, Harga Minyak Dunia Rebound
A
A
A
SINGAPURA - Minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) rebound pada awal perdagangan di Asia karena melemahnya dolar AS (USD).
Dikutip dari CNBC, minyak mentah AS pengiriman bulan depan telah naik 20 sen menjadi USD58,34/barel pada pukul 0023 GMT atau 07.23 WIB setelah mengakhiri sesi sebelumnya turun 99 sen.
Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 17 sen menjadi USD62,86/barel, setelah turun 62 sen di sesi sebelumnya.
Data Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan, produksi minyak di AS diperkirakan akan turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada Juli di tengah tingginya produktivitas rig.
Sementara data bea cukai China menunjukkan, China mengalami penurunan sebesar 11% dalam impor minyak pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya, memicu penurunan harga minyak mentah global.
Adapun semua pelabuhan, kecuali dua dari pelabuhan utama Libya masih beroperasi meskipun terjadi kekacauan ekonomi dan meningkatnya kekerasan antara kelompok bersenjata di negara itu.
Sedangkan pasukan Irak yang didukung oleh pasukan udara koalisi pimpinan AS membuat kemajuan dalam membasmi pemberontak Negara Islam (ISIS), yang menguasai Baiji dan kilang minyak di dekatnya.
Presiden AS Barack Obama di sela-sela pertemuan tahunan KTT Kelompok Tujuh (G7) mengatakan, AS tidak memiliki strategi lengkap melatih pasukan keamanan Irak untuk merebut kembali wilayah yang direbut ISIS.
Sementara pemimpin G7 berjanji mengembangkan strategi rendah karbon jangka panjang dan meninggalkan bahan bakar fosil pada akhir abad ini dalam sebuah langkah menuju kesepakatan iklim PBB pada tahun ini.
Dikutip dari CNBC, minyak mentah AS pengiriman bulan depan telah naik 20 sen menjadi USD58,34/barel pada pukul 0023 GMT atau 07.23 WIB setelah mengakhiri sesi sebelumnya turun 99 sen.
Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik 17 sen menjadi USD62,86/barel, setelah turun 62 sen di sesi sebelumnya.
Data Administrasi Informasi Energi (EIA) menunjukkan, produksi minyak di AS diperkirakan akan turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada Juli di tengah tingginya produktivitas rig.
Sementara data bea cukai China menunjukkan, China mengalami penurunan sebesar 11% dalam impor minyak pada Mei dibandingkan tahun sebelumnya, memicu penurunan harga minyak mentah global.
Adapun semua pelabuhan, kecuali dua dari pelabuhan utama Libya masih beroperasi meskipun terjadi kekacauan ekonomi dan meningkatnya kekerasan antara kelompok bersenjata di negara itu.
Sedangkan pasukan Irak yang didukung oleh pasukan udara koalisi pimpinan AS membuat kemajuan dalam membasmi pemberontak Negara Islam (ISIS), yang menguasai Baiji dan kilang minyak di dekatnya.
Presiden AS Barack Obama di sela-sela pertemuan tahunan KTT Kelompok Tujuh (G7) mengatakan, AS tidak memiliki strategi lengkap melatih pasukan keamanan Irak untuk merebut kembali wilayah yang direbut ISIS.
Sementara pemimpin G7 berjanji mengembangkan strategi rendah karbon jangka panjang dan meninggalkan bahan bakar fosil pada akhir abad ini dalam sebuah langkah menuju kesepakatan iklim PBB pada tahun ini.
(rna)
Lihat Juga :